JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan manfaat hilirisasi pada masa awal implementasinya lebih banyak dinikmati pihak asing karena investasi dan pembiayaannya masih didominasi dari luar negeri.
"Dulu manfaat hilirisasi itu lebih banyak dirasakan pihak luar setelah kita kaji, karena memang investasinya lebih banyak dari luar, karena bank yang mau membiayai juga dari luar," kata Bahlil dalam acara peluncuran bukunya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Menurut Bahlil, kondisi tersebut kini mulai berubah seiring hadirnya Danantara yang menjadi instrumen pembiayaan proyek-proyek hilirisasi nasional.
Baca Juga: Prabowo Mengaku Dapat Laporan Pendapatan Danantara Naik 400 Persen dalam Setahun
"Alhamdulillah, karena Bapak Presiden mengerti betul tentang bagaimana hilirisasi, sekarang yang mengelola dan membiayai hilirisasi adalah Danantara," ujarnya.
Bahlil lalu mengaku pandangan mengenai pentingnya hilirisasi telah diperjuangkannya sejak masih menjabat Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Pada masa awal kebijakan itu dijalankan, lanjutnya, belum banyak pihak yang mendukung maupun membicarakan hilirisasi.
Baca Juga: Prabowo Puji Bahlil Lahadalia Tak Naikkan Harga BBM: Negara Lain Panik, Kita Cool
"Dulu yang bicara hilirisasi hanya Pak Luhut maupun saya. Kami kejar-kejaran mikrofon dan wartawan setiap hari untuk menjelaskan pentingnya hilirisasi," tuturnya.
Gagasan tersebut kemudian dituangkan dalam salah satu bukunya yang berjudul Tuan di Negeri Sendiri. Buku itu, kata dia, berangkat dari pemikiran mengenai pentingnya membangun kedaulatan dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia melalui kebijakan hilirisasi.
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- bahlil lahadalia
- menteri esdm
- danantara
- hilirisasi
- investor asing





