Jakarta, CNBC Indonesia - Semenanjung Korea saat ini tengah dilanda gelombang panas yang sangat menyengat. Menghadapi cuaca ekstrem ini, media pemerintah Korea Utara mempromosikan berbagai cara untuk bertahan, mulai dari mengonsumsi kaldu ayam hingga sup daging anjing, sambil terus menggambarkan Kim Jong Un sebagai pemimpin yang ikut menanggung kondisi keras bersama rakyatnya.
Mengutip Reuters, Jumat (7/8/2026), televisi pemerintah melaporkan pada hari Kamis bahwa suhu udara telah mencapai 36,7 derajat Celcius. Suhu tersebut tercatat sebagai rekor yang paling tinggi sejak pencatatan cuaca pertama kali dimulai di negara tersebut.
Seiring dengan serangkaian malam tropis yang menyertai, media pemerintah mulai memberikan perhatian yang tidak biasa pada minggu-minggu terpanas tahun ini. Periode yang secara lokal dikenal sebagai sambok atau "hari-hari anjing di musim panas" ini kini menjadi fokus utama pemberitaan harian.
- Paris Membara! Warga Diminta Sabar di Rumah-Suhu Capai 38 Derajat
- Presiden Turun Tangan, Suhu 39 Derajat Bikin Negara Siaga
- Trump Membangkang dari Putusan Mahkamah Agung, Nekat Teken Aturan Baru
Salah satu rekomendasi kesehatan yang paling menonjol dari pemerintah adalah anjuran untuk mengonsumsi sup daging anjing. Rekomendasi tersebut mencerminkan kuatnya kepercayaan tradisional bahwa hidangan ini dapat membantu masyarakat menahan hawa panas musim panas.
Dalam sebuah rubrik kesehatan yang diterbitkan pada 2 Agustus lalu, surat kabar partai berkuasa Rodong Sinmun mengutip seorang dokter dari Rumah Sakit Umum Pyongyang. Sang dokter menyarankan warga untuk memperbanyak konsumsi makanan pendingin seperti semangka, mentimun, dan kacang hijau, serta makanan bergizi termasuk sup daging anjing, bubur ikan, hingga bubur kacang merah.
Surat kabar tersebut juga mendedikasikan rubrik terpisah khusus untuk membahas sup daging anjing dengan menggambarkannya sebagai makanan tradisional musim panas. Mereka bahkan menghidupkan kembali sebuah pepatah lama untuk meyakinkan warganya.
"Bahkan jika sup daging anjing tumpah di atas punggung kaki Anda selama hari-hari anjing di musim panas, itu menjadi obat," katanya.
Laporan dari surat kabar tersebut juga mencatat dan menyoroti bahwa kompetisi memasak daging anjing tingkat nasional telah sukses diselenggarakan pada awal tahun ini.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada hari Rabu juga turut memuji khasiat samgyetang, yaitu sup ayam yang diisi dengan ginseng, beras ketan, dan jujube. KCNA melaporkan bahwa restoran-restoran di Pyongyang yang menyajikan menu tersebut kini berhasil menarik banyak pelanggan yang mencari kelegaan dari cuaca panas.
Televisi Pusat Korea minggu ini juga menayangkan berbagai segmen tentang cara menjaga kesehatan selama gelombang panas ekstrem. Tayangan tersebut merekomendasikan minuman untuk menjaga hidrasi serta menawarkan saran mengenai aktivitas berenang dan olahraga luar ruangan.
Hingga saat ini, Korea Utara sama sekali belum merilis data mengenai jumlah kematian yang berkaitan dengan cuaca panas. Sebaliknya, negara tetangga mereka, Korea Selatan, telah melaporkan lebih dari 20 kasus kematian yang terkait langsung dengan gelombang panas tersebut.
Propaganda Pemimpin yang Rela BerkeringatBersamaan dengan anjuran kesehatan, media pemerintah berulang kali memunculkan kembali tema propaganda yang sudah sangat familier. Mereka terus menyoroti kesediaan Kim Jong Un untuk ikut menanggung cuaca menindas yang juga dihadapi oleh warga Korea Utara pada umumnya.
Minggu ini, Rodong Sinmun kembali mengulas momen inspeksi musim panas tahun 2013 ke sebuah lokasi konstruksi. Dalam laporan tersebut, pakaian Kim digambarkan sampai basah kuyup karena keringat yang mengucur deras.
Ketika seorang pejabat mendesaknya untuk menghindari perjalanan semacam itu selama periode terpanas tahun ini, Kim langsung memberikan tanggapannya.
"Bahkan jika cuaca tak tertahankan panasnya, pekerjaan yang harus dilakukan untuk rakyat harus diselesaikan," tegasnya.
Surat kabar itu juga menceritakan bagaimana Kim rela menerjang medan pegunungan yang curam dan hujan badai lebat selama perjalanannya di tahun 2018. Perjalanan penuh rintangan tersebut dilakukan semata-mata demi mencari lokasi yang cocok untuk pembangunan resor sumber air panas.
Artikel lainnya juga kembali mengenang momen ketika Kim mengunjungi pabrik makanan laut acar pada saat suhu dilaporkan mencapai 39 derajat Celcius. Artikel itu menggambarkan sang pemimpin tertinggi sedang menginspeksi ruang fermentasi yang panas terik sambil terus menekankan pentingnya kualitas dan kebersihan makanan.
Meskipun media pemerintah terus memutar kembali kisah-kisah heroik masa lalu, tidak ada rincian pasti mengenai apa yang sebenarnya sedang dilakukan Kim selama gelombang panas saat ini.
Di sisi lain, televisi pemerintah telah menayangkan kerumunan massa yang memadati pantai dan kolam renang di Zona Wisata Pantai Wonsan Kalma, sebuah proyek pariwisata andalan Kim di pesisir timur. Media pemerintah juga melaporkan bahwa berbagai taman air di ibu kota Pyongyang telah dipenuhi oleh pengunjung yang mencari kesegaran.
(luc/luc)




