Yayasan Bantah Guru Terlibat Simpan 995 Senjata di Sekolah Swasta Jaksel

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak yayasan sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membantah adanya keterlibatan guru-guru terkait penemuan 995 pucuk senjata dan narkoba di lingkungan sekolah.

Kuasa Hukum Yayasan, Hermawanto, menegaskan bahwa dari hasil penelusuran internal, tidak ada satu pun tenaga pendidik yang mengetahui perihal penyimpanan ratusan senjata di ruangan yang kini disegel polisi tersebut.

"Kami berani pastikan sampai hari ini kami tidak ada informasi ada guru yang terlibat. Jadi seluruh guru tidak terlibat sampai hari ini," kata Hermawanto kepada wartawan di lokasi sekolah, Jumat (7/8/2026).

Baca juga: Bunker Berisi Senpi di Sekolah Swasta Jaksel Disembunyikan dengan Rak Besi

Hermawanto menduga, keberadaan senjata itu hanya diketahui oleh mantan ketua yayasan yang berinisial IWD.

Jadi wajar saja guru dan pengurus yayasan yang baru tidak mengetahui keberadaan gudang senjata maupun bunker bawah tanah itu.

Pasalnya, seluruh akses dan kunci menuju ruangan tersebut selama ini hanya dipegang oleh IWD.

Akses ruangan tersebut baru diserahkan ketika IWD dipecat pada April 2026 akibat dugaan penyelewengan dana Rp 2 miliar.

"Makanya kami harus mengatakan yang tahu hanyalah mungkin Pak Ketua yang sudah kami berhentikan. Karena kunci pun di tangan mereka," ujar Hermawanto.

Pernyataan ini sekaligus menepis alibi dari pihak IWD yang sebelumnya mengklaim bahwa ribuan airsoft gun tersebut sengaja dititipkan di sekolah sejak 2021 untuk rencana pembentukan ekstrakurikuler menembak.

Pasalnya, Hermawanto menyebut tak pernah ada sama sekali ekskul menembak di sekolah tersebut sejak dulu.

Baca juga: Bunker di Sekolah Swasta Jaksel Sudah Diperiksa Polisi, Berisi Senpi Laras Panjang dan Narkoba

"Kami sudah tanya kepada guru-guru yang sudah lama di sini. Yang sudah bekerja sejak tahun 2011, 2010 kan rata-rata ini guru-guru sudah lama. Semua menyatakan tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak. Sama sekali tidak pernah ada," jelas Hermawanto.

Meski begitu, Hermawanto menegaskan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tidak terganggu sama sekali dan tetap berjalan normal.

"Sekolah sampai hari ini semua berjalan dengan lancar, tidak ada gangguan apa pun, semua aman, kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik. Jarak antara ruangan yang kemarin ditemukan senjata dengan ruang kelas kurang lebih 40 meter. Jadi cukup jauh," ucapnya.

Saat ini, pihak yayasan telah menyerahkan seluruh barang bukti kepada Polres Metro Jakarta Selatan dan meminta agar aparat segera mensterilkan ruangan penemuan senjata tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Sekolah sama sekali tidak tahu. Makanya semua barang-barang itu sudah kami serahkan ke penyidik dan kami meminta penyidik untuk memastikan semuanya tentang legalitasnya," kata Hermawanto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dirut Perbakin Sebut 995 Senjata Api di Sekolah Swasta untuk Keperluan Ekskul Menembak
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: Persebaya Juarai Piala Presiden Elite 2026, Bawa Pulang Rp8 Miliar
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Motif Sakit Hati, Pembunuh Marbot Masjid di Purwakarta Ditangkap
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lebih Dalam Soal Ragam Pilihan Teknologi Hybrid Suzuki
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, VinFast Indonesia dan Danamon Jalin Kemitraan Pembiayaan Dealer
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.