HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Harapan Timnas Indonesia untuk melangkah jauh sekaligus memburu gelar juara Piala AFF 2026 harus pupus secara menyakitkan.
Skuad Garuda hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada pertandingan terakhir Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026) malam.
Hasil tersebut menjadi pukulan berat bagi Indonesia yang datang ke Singapura dengan misi wajib menang.
Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk menghadapi turnamen ini. Skuad Garuda diperkuat sejumlah pemain naturalisasi yang sebelumnya menjadi bagian dari kekuatan Timnas Indonesia dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2026.
Namun, kekuatan tersebut ternyata belum cukup untuk membawa Indonesia melewati persaingan Grup A Piala AFF 2026.
Hasil imbang melawan Singapura membuat Indonesia gagal menambah tiga poin yang dibutuhkan untuk mengamankan posisi dua besar. Sebaliknya, Singapura berhasil mempertahankan keunggulannya dan memastikan langkah ke fase berikutnya.
Bagi Indonesia, hasil ini terasa semakin menyakitkan karena perjuangan selama fase grup berakhir ketika peluang untuk menjadi juara masih terbuka.
Babak Pertama, Garuda Dominan tetapi TumpulIndonesia langsung mencoba mengambil inisiatif sejak menit pertama.
Mitchell Baker menjadi pemain yang mendapatkan peluang emas ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Penyerang berusia 19 tahun tersebut mencoba menyelesaikan peluang di depan gawang Singapura.
Namun, sontekannya masih mampu diblok Nur Muhammad Shah.
Peluang tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia datang dengan pendekatan menyerang seperti yang sebelumnya ditegaskan pelatih John Herdman.
Skuad Garuda berusaha menguasai bola dan membangun serangan dari lini tengah. Thom Haye dan Ivar Jenner menjadi bagian penting dalam upaya Indonesia mengontrol permainan.
Namun, Singapura mampu menjaga organisasi pertahanannya dengan cukup disiplin.
Serangan Indonesia beberapa kali terhenti sebelum memasuki area berbahaya. Pergerakan Mitchell Baker juga mendapatkan pengawalan ketat dari pemain belakang tuan rumah.
Pada menit ke-20, Mitchell kembali mendapatkan kesempatan.
Penyerang naturalisasi tersebut berusaha memenangkan duel dengan pemain bertahan Singapura, tetapi kehilangan bola sehingga peluang Indonesia kembali terbuang.
Singapura kemudian mulai memberikan ancaman.
Pada menit ke-24, tuan rumah hampir membuka keunggulan melalui Song Ui-young yang memanfaatkan umpan Lionel Tan.
Beruntung bagi Indonesia, Cahya Supriadi tampil sigap. Penjaga gawang Garuda tersebut mampu melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Song.
Empat menit kemudian, Indonesia kembali memperoleh kesempatan melalui Mitchell Baker.
Sundulan Mitchell mengarah ke gawang Singapura, tetapi Mohamad Izwan Mahbud berhasil melakukan penyelamatan.
Pertandingan kemudian berlangsung semakin terbuka.
Singapura hampir mencetak gol melalui Ilhan Fandi. Penyerang berusia 23 tahun tersebut mendapat ruang di dalam kotak penalti, tetapi Cahya Supriadi kembali menjadi penyelamat Indonesia.
Memasuki lima menit terakhir babak pertama, kedua tim saling bertukar serangan.
Indonesia terus berusaha mencari celah, sementara Singapura beberapa kali mengandalkan serangan balik.
Namun, hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, tidak ada gol yang tercipta.
Singapura dan Indonesia masuk ruang ganti dengan skor 0-0.
Ragnar Bawa Indonesia UnggulMemasuki babak kedua, Indonesia langsung meningkatkan tekanan.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Ragnar Oratmangoen berhasil membawa Garuda unggul pada menit ke-47.
Gol tersebut sempat memberikan harapan baru bagi Indonesia.
Keunggulan 1-0 membuat skuad Garuda berada dalam posisi yang lebih baik untuk mengejar kemenangan yang menjadi syarat utama lolos ke semifinal.
Indonesia mencoba mempertahankan tekanan dan mengontrol jalannya pertandingan.
Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga akhir.
Singapura memberikan respons dan terus mencari ruang di pertahanan Indonesia.
Pada menit ke-66, Ilhan Fandi akhirnya berhasil mencetak gol penyama kedudukan.
Gol tersebut mengubah kembali situasi pertandingan.
Skor menjadi 1-1 dan Indonesia kembali berada dalam tekanan karena hasil imbang tidak cukup untuk membawa Garuda melaju ke semifinal.
Garuda Gagal Mencetak Gol PenentuSetelah kedudukan kembali imbang, Indonesia berusaha mencari gol kedua.
John Herdman membutuhkan tambahan daya gedor untuk mengembalikan keunggulan.
Namun, pertahanan Singapura mampu bertahan dari tekanan yang diberikan para pemain Garuda.
Waktu terus berjalan.
Indonesia harus mencetak satu gol lagi untuk menjaga perjalanan mereka di Piala AFF 2026.
Namun, peluang demi peluang yang datang tidak mampu dikonversi menjadi gol kemenangan.
Singapura juga tidak tinggal diam. Tuan rumah beberapa kali mencoba memanfaatkan ruang di belakang pertahanan Indonesia untuk mencari gol kedua.
Cahya Supriadi kembali menjadi salah satu pemain penting yang menjaga Indonesia dari kebobolan.
Hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir, skor tetap 1-1.
Indonesia terus mencoba, tetapi gol yang dibutuhkan tidak kunjung datang.
Peluit panjang akhirnya berbunyi.
Skor 1-1 menjadi hasil akhir.
Kekuatan Naturalisasi Belum Berbuah GelarHasil ini tentu menjadi evaluasi besar bagi Timnas Indonesia.
Skuad Garuda datang ke Piala AFF 2026 dengan ekspektasi tinggi. Sejumlah pemain naturalisasi yang sebelumnya menjadi bagian dari proyek besar sepak bola Indonesia diharapkan mampu memberikan perbedaan.
Namun, perjalanan Indonesia justru terhenti di fase grup.
Kegagalan tersebut menjadi semakin mengecewakan karena Indonesia sebenarnya masih memiliki peluang besar sebelum pertandingan melawan Singapura.
Kemenangan menjadi syarat utama.
Namun, Garuda hanya mampu mendapatkan satu poin.
Hasil imbang 1-1 membuat target untuk mengakhiri penantian panjang Indonesia terhadap trofi Piala AFF kembali harus ditunda.
Perjalanan di Grup A menunjukkan bahwa nama besar, kualitas individu, dan pengalaman internasional tidak otomatis menjamin keberhasilan.
Indonesia membutuhkan permainan yang lebih efektif, terutama ketika menghadapi lawan yang mampu bertahan secara disiplin.
Melawan Singapura, Garuda mampu menciptakan sejumlah peluang. Namun, penyelesaian akhir kembali menjadi persoalan.
Mitchell Baker beberapa kali mendapatkan kesempatan, tetapi belum mampu mengubah peluang menjadi gol.
Di sisi lain, Cahya Supriadi justru tampil cukup penting dengan sejumlah penyelamatan yang membuat Indonesia tetap berada dalam pertandingan.
Pada akhirnya, satu gol Ragnar Oratmangoen tidak cukup.
Gol balasan Ilhan Fandi membuat Indonesia kembali kehilangan kendali atas pertandingan.
Harapan untuk melaju ke semifinal pun berakhir di Stadion Jalan Besar.
Piala AFF 2026 seharusnya menjadi panggung bagi generasi baru Timnas Indonesia untuk membuktikan bahwa kekuatan yang dibangun setelah keberhasilan menembus Piala Dunia dapat diterjemahkan menjadi prestasi di Asia Tenggara.
Namun, kenyataan berkata lain.
Garuda harus tersingkir lebih awal.
Bukan karena tidak memiliki pemain berkualitas, melainkan karena gagal memenangkan pertandingan yang sejak awal sudah ditetapkan sebagai laga wajib menang.
Kini, Indonesia harus menerima kenyataan pahit.
Harapan mengangkat trofi Piala AFF 2026 pupus di fase grup.
Singapura 1-1 Indonesia.
Sebuah hasil yang mungkin hanya menghasilkan satu poin di klasemen, tetapi meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi sepak bola Indonesia.
Susunan PemainSingapura: Mohamad Izwan; Hariss Harun, Uiyong Song, Nur Muhammad Shah, Kweh Jia Jin, Harhys Rizal, Lionel Tan, Muhammad Hami, Mahler Jacob, Ilhan Fandi, Muhammad Nur Adam.
Pelatih: Gavin Lee.
Indonesia: Cahya Supriadi; Shayne Pattynama, Wahyu Prasetyo, Rizky Ridho, Eliano Reijnders; Thom Haye, Ivar Jenner, Marc Klok; Ragnar Oratmangoen, Dony Tri Pamungkas, Mitchell Baker.
Pelatih: John Herdman.
Hasil akhir: Singapura 1-1 Indonesia.
Pencetak gol: Ragnar Oratmangoen (47′) dan Ilhan Fandi (66′).





