Monitor Kinerja APBN di NTT, Purbaya Tekankan Tanggung Jawab Jaga Kredibilitas Penyaluran Anggaran

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memonitor langsung kinerja jajaran Kementerian Keuangan di Nusa Tenggara Timur.

Dalam pemantauan itu, Purbaya mengevaluasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di daerah, perkembangan penerimaan negara, hingga dukungan anggaran terhadap program pengendalian inflasi.

BACA JUGA: 16 Tahun Dampak Tumpahan Minyak Montara Belum Usai, Purbaya Janji Kawal Korban

Purbaya menekankan Kementerian Keuangan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas ekonomi, serta mendukung pertumbuhan yang inklusif.

“Jadi, peran Kemenkeu bukan hanya bagi-bagi anggaran saja, tetapi bagi, monitor, dan kendalikan," kata Menkeu Purbaya, Jumat (7/8).

BACA JUGA: Tumbuhkan Ketahanan Ekosistem Pesisir, TelkomGroup Tanam 20 Ribu Mangrove di Jateng & NTT

Sebagai langkah nyata menjaga stabilitas fiskal daerah, pemerintah pusat telah mengalokasikan bantuan Rp 20,5 triliun untuk 490 kabupaten/kota.

Menurut Purbaya, dana bantuan jumbo itu, termasuk untuk wilayah NTT, sudah siap dicairkan mulai hari ini.

BACA JUGA: Purbaya Kembali Titipkan Duit ke Bank Himbara, Jumlahnya Bikin Melongo

Meski demikian, Menkeu Purbaya memberikan peringatan keras kepada jajarannya mengenai tugas institusi yang tidak boleh berhenti hanya pada tahap pengalokasian anggaran.

Fungsi pemantauan yang ketat harus dijalankan untuk memastikan setiap rupiah yang disalurkan benar-benar kredibel dan tepat sasaran.

"Jadi, peran anda sekalian amat penting untuk menjaga rakyat dan NKRI utamanya, karena uang itu ketika tidak diawasi rupanya rakyat tidak suka. Jadi, tugas ini penting dalam menjaga kredibilitas penyaluran anggaran,” paparnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kanwil Ditjen Perbendaharaan NTT telah menerapkan sistem evaluasi belanja berbasis Dashboard Monitoring Belanja Pengendalian Inflasi.

Instrumen digital tersebut berfungsi untuk menganalisis efektivitas belanja dan tren inflasi guna mendukung pengambilan keputusan kebijakan yang lebih cepat.

Selain mengandalkan teknologi, pihak kementerian juga memperkuat koordinasi lintas sektoral melalui forum high level meeting bersama pemerintah daerah.

Sinergi berkelanjutan terus dijalankan bersama Bank Indonesia, BPS, dan OJK untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok di seluruh wilayah NTT tetap terjaga. (rom/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pegawai Klinik Nekat Curi Kursi Besi Pemkot Surabaya dengan Ambulans | BERITA UTAMA
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Suzuki Tetap Pilih Strategi Multi Pathway di Tengah Gempuran Elektrifikasi
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Geram! Pramono Desak Sanksi Tegas Eks Kepala Yayasan di Kasus Sekolah Simpan 995 Senpi
• 14 jam laludisway.id
thumb
Tersangka TPPU Nurman Herin Bungkam Setelah Pemeriksaan 7 Jam di Kejagung
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Eks Waka BGN Lodewyk Kembali Ajukan Praperadilan, Kejagung Bilang Begini
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.