JAKARTA, KOMPAS.TV - Isu pergantian Kapolri menjadi topik utama dalam dialog yang menghadirkan Irjen (Purn) Aryanto Sutadi, Ray Rangkuti, Juanda, Sugeng Teguh Santoso, Julius Ibrani, Komjen (Purn) Susno Duadji, Serta Djayadi Hanan
Mereka membahas berbagai spekulasi mengenai posisi Kapolri di tengah mencuatnya isu surat presiden (surpres), sekaligus mengulas apakah Presiden menghadapi kendala politik dalam mengambil keputusan terkait pergantian pimpinan Polri.
Dalam diskusi tersebut muncul beragam pandangan. Aryanto Sutadi menilai Presiden akan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan, sementara Juanda berpandangan Presiden secara konstitusional memiliki kewenangan penuh untuk mengganti Kapolri tanpa hambatan hukum.
Baca Juga: Debat Keras! Aryanto, Ray, dan Sugeng Teguh Bahas Peran Kapolri dalam Dukung Program Pemerintah
Di sisi lain, Ray Rangkuti menyoroti kemungkinan adanya pertimbangan blok politik dalam proses pergantian Kapolri, sedangkan Julius Ibrani mengingatkan bahwa pergantian pimpinan institusi sebesar Polri hampir pasti menimbulkan dinamika internal.
Dialog ini juga membahas hubungan Kapolri dengan Presiden, profesionalisme institusi Polri, serta berbagai perspektif mengenai arah kepemimpinan Polri ke depan.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Lintang
Penulis : Prayogi-Haro
Sumber : Kompas TV
- kapolri
- presiden
- listyo sigit





