Capcom Yakin Peralihan ke Game Digital Tak Akan Ganggu Penjualan

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Pergeseran industri gim menuju distribusi digital tidak membuat Capcom khawatir. Publisher di balik seri populer seperti Resident Evil, Monster Hunter, dan Street Fighter itu menilai tren berkurangnya penjualan game fisik tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap performa bisnis mereka.

Dalam sesi tanya jawab bersama investor, Capcom mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen lebih penjualan unit game mereka kini berasal dari distribusi digital. Angka tersebut membuat perusahaan optimistis bahwa perubahan pasar menuju format digital justru sejalan dengan strategi bisnis yang telah mereka jalankan selama beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :
Cara Main Minecraft Bedrock Secara Eksperimental, 7 Gameplay Unik yang Bisa Mengubah Pemain Menikmati Survival
Cara Memaksimalkan Game Konsol Terbaru Bersama Teman, Dari Multiplayer Lokal hingga Fitur Online Generasi Baru

Menurut Capcom, meningkatnya dominasi platform digital membuat ketergantungan terhadap media fisik semakin kecil. Karena itu, apabila produsen konsol seperti PlayStation maupun Nintendo terus mengurangi distribusi game berbentuk fisik, perusahaan tidak memperkirakan akan ada dampak besar terhadap total penjualannya.

Data terbaru menunjukkan bahwa distribusi digital telah menjadi tulang punggung bisnis Capcom. Pada periode April hingga Juni 2026, sekitar 93,3 persen penjualan game perusahaan berasal dari kanal digital, sementara penjualan versi fisik hanya menyumbang sekitar 6,7 persen. Capcom bahkan menargetkan porsi penjualan digital meningkat hingga sekitar 95 persen pada tahun fiskal berikutnya.

Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut adalah pasar PC. Sebagian besar pemain PC membeli game melalui toko digital seperti Steam, sehingga kontribusi platform ini terus meningkat terhadap total penjualan Capcom. Selain itu, penjualan katalog game lama juga tetap stabil berkat kemudahan akses melalui layanan digital.

Meski demikian, Capcom tidak serta-merta meninggalkan format fisik. Perusahaan sebelumnya pernah menyatakan masih akan merilis game dalam bentuk fisik selama permintaan dari konsumen tetap ada. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan kolektor, pasar ritel, dan konsumen yang masih menginginkan kepemilikan game dalam bentuk cakram atau kaset.

Fenomena ini mencerminkan perubahan besar yang sedang terjadi di industri gim global. Distribusi digital kini menjadi pilihan utama karena menawarkan kemudahan pembelian, akses instan, serta efisiensi biaya distribusi bagi pengembang maupun penerbit game. Di sisi lain, sebagian komunitas gamer masih berharap media fisik tetap dipertahankan karena dinilai memberikan nilai koleksi dan kepemilikan yang lebih jelas.

Baca Juga :
Minecraft Segera Hadir di Nintendo Switch 2, Bawa Visual Lebih Hidup dan Pengalaman Gameplay Baru
Manfaatkan AI, Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga Integrasikan Braze Layani Pelanggannya
Update Besar! Ada Fitur Baru untuk Pemain Roblox di Indonesia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rani Zamala Akhirnya Wujudkan Mimpi Kuliah, Dapat Dukungan Besar dari Tanri Abeng University 
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Marco Palestra Ungkap Alasan Memilih Chelsea Meski Tanpa Liga Champions
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Hasrul Abdul Rajab Pimpin RDP Bahas Usulan Pencabutan Perda Lembaga Adat Gowa
• 9 jam laluterkini.id
thumb
Universitas Hasanuddin Percepat Hilirisasi Riset dengan Pendanaan Rp31,3 Miliar untuk 67 Proposal Inovasi
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Diperiksa di Kejagung, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dicecar Puluhan Pertanyaan
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.