Pamit Beli Domba Usai Shalat Tahajud, Pengendara Motor Tewas Dibegal di Jalur Kebun Tebu Subang

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Seorang pria meninggal dunia setelah menjadi korban begal yang terjadi di ruas jalan Purwadadi (Kalijati) - Sukamandi. 

Insiden maut yang terjadi di jalur Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Blok Situ Bau, Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, pada Minggu (2/8/2026) menewaskan seorang pengendara motor dan satu orang lainnya mengalami luka berat.

Baca Juga :
Viral Pemuda Ngaku Jadi Korban Begal hingga Jari Putus Demi Konten, Padahal Potongan Wortel
Polda Metro Jaya Bongkar 769 Kasus Curanmor dalam Operasi Berantas Jaya 2026, 729 Tersangka Ditangkap

Jalur ini rawan kejahatan karena melintasi area perkebunan tebu dengan kondisi jalan yang cenderung sepi saat dini hari.

Menurut penjelasan korban berinisial ECR, warga Dusin Awilarangan, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Cikaum mengungkapkan kedua korban baru saja pulang membawa dua ekor domba. 

Korban diduga telah menjadi sasaran pelaku begal yang secara tiba-tiba muncul dari arah berlawanan dengan membawa bambu.

Akibatnya, ECR mengalami patah tulang bagian ketiak atau lengan kiri, sementara pengendara lainnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kasus pembegalan ini menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sehingga dirinya menemui ECR dan istri dari korban meninggal.

Kronologi Kejadian Pembegalan

Melalui tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, ECR menceritakan kronologi yang menimpa dirinya dan rekan bisnis domba bernama Suhendra.

Saat kejadian, Suhendra membawa motor sementara ECR yang menjadi penumpang dengan membawa domba yang berada di antara mereka.

Ketika melewati kebun tebu di dekat rumahnya, secara tiba-tiba pelaku yang sudah menunggu di pinggir jalan mengayunkan sebilah bambu dan mengenai kepala kedua korban.

Seketika keduanya terjatuh dari motor, Suhendra mengalami luka di bagian kepala. Saat itu keduanya berpikir pelaku merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Setelah menyadari kejadian itu, ternyata pelaku terdapat dua orang dengan membawa bambu dan senjata tajam berupa golok.

“Jadi pas itu ‘astaghfirullahaladzim, kirain orang gila kok pukul saya’ kata Suhen. Pas saya lihat Suhen ‘Aduh kepalanya berdarah. Dasar orang gila’. Dikira orang gila,” ungkap ECR pada tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

“Ternyata pas dilihat orang itu berdua, yang satu pegang golok, yang satu pegang bambu,” sambungnya.

Sejumlah kendaraan sempat melintas saat korban meminta tolong, namun tidak ada seorang pun yang menolongnya lantaran takut dengan pelaku begal.

Baca Juga :
Haruskah Tidur Dulu Sebelum Shalat Tahajud? Terdapat 4 Janji Allah Bagi yang Melakukannya
Menteri Pigai soal Sayembara Tangkap Begal: Tidak Etis, Semoga Cuma Guyon
Dedi Mulyadi Adakan Sayembara Tangkap Begal Dapat Rp50 Juta, Wamendagri Bilang Begini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Enggan Komentari Makalah Nobel MBG Catut Nama Prabowo, Mensesneg: Kita Mau Bekerja Sebaik-baiknya

• 22 jam laludisway.id
thumb
Pergantian Komandan Brigif 1 Marinir, Kolonel (Mar) Sri Utomo Resmi Dikukuhkan
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Ulasan Statistik Timnas Indonesia saat Ditahan Singapura di Piala AFF 2026: Buang-Buang Peluang, Gawang Lebih Banyak Terancam
• 4 jam lalubola.com
thumb
Turki, Arab Saudi, Pakistan Teken Perjanjian: Satu Diserang, Tiga Negara Melawan
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Zverev susul Sinner lolos ke ATP Finals 2026
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.