16 Tahun Dampak Tumpahan Minyak Montara Belum Usai, Purbaya Janji Kawal Korban

jpnn.com
12 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan dialog langsung dengan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang telah menghadapi dampak tumpahan minyak Montara selama 16 tahun terakhir.

Kunjungan kerja tersebut dipusatkan di wilayah Tablolong, Kabupaten Kupang, untuk melihat langsung kondisi nyata para korban tragedi lingkungan 2009 itu.

BACA JUGA: Purbaya Kembali Titipkan Duit ke Bank Himbara, Jumlahnya Bikin Melongo

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu menghimpun berbagai masukan dari warga guna mendukung percepatan penyelesaian persoalan yang hingga kini masih mengganjal.

Purbaya mengaku sangat memahami tantangan di lapangan karena dirinya pernah tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Montara pada 2018 lalu.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Purbaya Umumkan PPh Marketplace Ditunda

"Kami berdiskusi mengenai perkembangan kondisi masyarakat NTT, khususnya mereka yang terdampak kerugian lingkungan dan kerugian ekonomi akibat tumpahan minyak Montara di Laut Timor pada tahun 2009," kata Purbaya, Jumat (7/8).

Purbaya menyoroti pencemaran di Laut Timor telah merusak tatanan kehidupan ekonomi masyarakat pesisir NTT secara berkepanjangan.

Banyak nelayan lokal melaporkan penurunan hasil tangkapan yang drastis serta terganggunya aktivitas budidaya rumput laut yang menjadi tumpuan hidup.

Selain sektor perikanan, pelaku usaha kecil yang bergantung pada ekosistem kelautan juga mengalami kemerosotan pendapatan selama belasan tahun.

Menkeu menegaskan penyelesaian masalah ini harus mencakup aspek pemulihan lingkungan, penguatan ekonomi, serta perlindungan hak-hak hukum warga.

Sebagai langkah konkret, pemerintah berencana segera mengirimkan tim riset untuk melakukan kajian komprehensif terhadap ekosistem yang rusak.

"Selain ganti rugi, yang paling penting adalah bagaimana daerah ini dapat kembali hidup seperti sediakala," tuturnya.

Purbaya berjanji akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar penanganan dampak Montara berjalan lebih terpadu.

Dialog tersebut juga secara khusus membahas mengenai kelancaran penyaluran hak ganti rugi agar benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak.

"Aspirasi masyarakat perlu terus dikawal agar proses penyelesaiannya berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku," katanya menekankan. (rom/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Turki, Arab Saudi, Pakistan Teken Perjanjian: Satu Diserang, Tiga Negara Melawan
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Polisi Ungkap Peredaran Sabu & Etomidate Senilai Rp 550 Juta di Jakut
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Pergantian Komandan Brigif 1 Marinir, Kolonel (Mar) Sri Utomo Resmi Dikukuhkan
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Infografis 5 BUMN Gulung Tikar Akibat Pailit
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Maruli Siahaan Ingatkan Pancasila Harus Menjadi Kompas Moral di Tengah Pesatnya Era Digital
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.