Perdagangan menumbuhkan peradaban

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Surabaya (ANTARA) - Pameran sering dipandang sebagai peristiwa yang datang lalu berlalu. Stan dibongkar, lampu dipadamkan, dan keramaian berganti dengan rutinitas biasa. Padahal, di balik hiruk pikuk sebuah pameran, sesungguhnya terdapat denyut ekonomi yang jauh lebih panjang daripada lima hari penyelenggaraannya.

Surabaya Great Expo (SGE) 2026 yang berlangsung hingga 9 Agustus 2026 itu memperlihatkan bahwa sebuah pameran tidak lagi sekadar ruang memajang produk. Ia berkembang menjadi simpul yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, konsumen, hingga layanan publik dalam satu ekosistem.

Di ruang seperti inilah perputaran ekonomi tidak hanya dihitung dari nilai transaksi, melainkan juga dari lahirnya peluang usaha baru, bertambahnya jejaring bisnis, serta meningkatnya daya saing pelaku usaha kecil.

Bagi Surabaya, yang selama ini dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa, keberadaan UMKM bukan sekadar pelengkap struktur ekonomi. Mereka merupakan fondasi yang menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak, terutama ketika kondisi ekonomi nasional maupun global menghadapi berbagai tantangan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (tengah) bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Rini Indriyani (kedua kiri) meninjau produk UMKM pada Surabaya Great Expo (SGE) 2026 di Exhibition Hall Grand City, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026). SGE 2026 menjadi wadah promosi produk lokal, pengembangan UMKM, dan penyediaan layanan publik guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya) Ekonomi lokal

Data penyelenggaraan SGE menunjukkan gambaran yang menarik. Dalam empat tahun terakhir, mulai 2022 hingga 2025, nilai transaksi yang tercipta mencapai lebih dari Rp30,3 miliar.

Sekitar 370 UMKM memperoleh fasilitas promosi, sedangkan sekitar 450 legalitas usaha berhasil didorong melalui penerbitan nomor induk berusaha, sertifikasi halal, maupun pendaftaran merek.

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 106 peserta mengisi 142 stan dengan target transaksi hingga Rp7 miliar serta kunjungan sekitar 47.650 orang. Angka tersebut memang penting. Akan tetapi, ukuran keberhasilan sesungguhnya bukan berhenti pada besarnya nilai penjualan selama pameran berlangsung.

Hal yang lebih penting ialah apakah setelah pameran usai pelaku UMKM memperoleh pelanggan baru, menjalin kerja sama bisnis, memperluas distribusi produk, serta meningkatkan kapasitas usahanya. Dampak semacam ini sering kali tidak langsung terlihat dalam laporan transaksi, tetapi justru menjadi penentu keberlanjutan usaha.

Di sinilah SGE menghadirkan pendekatan yang berbeda. Pameran dipadukan dengan pelayanan publik, seperti pengurusan perizinan, sertifikasi halal, pendaftaran merek, hingga layanan paspor.

Konsep tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya menyediakan ruang berjualan, melainkan juga memperkuat fondasi usaha agar mampu bersaing dalam jangka panjang.

Legalitas usaha menjadi aset yang semakin penting. Produk yang memiliki izin, sertifikasi, dan perlindungan merek memiliki peluang lebih besar memasuki pasar modern, mengikuti pengadaan pemerintah, hingga merambah pasar ekspor. Banyak pelaku usaha mikro yang sesungguhnya memiliki kualitas produk baik, tetapi terhambat karena aspek administrasi dan legalitas.

Karena itu, pelayanan publik yang hadir di lokasi pameran bukan sekadar pelengkap kegiatan, melainkan bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah.


Nilai tambah

Transformasi ekonomi tidak hanya bergantung pada kemampuan memproduksi barang, tetapi juga menciptakan nilai tambah.

Hal itu tampak dari semakin beragamnya produk yang ditampilkan dalam SGE, mulai dari fesyen, batik, makanan olahan, hingga karya ekonomi kreatif yang melibatkan anak-anak dari Rumah Anak Prestasi menunjukkan bahwa kreativitas telah menjadi modal ekonomi yang sama pentingnya dengan modal finansial.

Keterlibatan kelompok rentan dan generasi muda dalam proses kreatif memberi makna lain terhadap pembangunan ekonomi. Pertumbuhan tidak lagi hanya berbicara mengenai peningkatan pendapatan, tetapi juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan perubahan karakter ekonomi dunia. Persaingan, kini tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi barang dalam jumlah besar, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan identitas produk, cerita di balik produk, serta inovasi yang membedakannya dari produk lain.

Surabaya tampaknya mulai mengarah ke arah itu, melalui rencana pengembangan Surabaya Urban Creative Hub atau Sub Expocenter di kawasan eks Hi-Tech Mall. Ruang ini berpotensi menjadi laboratorium ekonomi kreatif yang mempertemukan pelaku UMKM dengan teknologi digital, industri kreatif, serta pemasaran modern.

Namun, fasilitas fisik saja tidak cukup. Pelaku UMKM juga memerlukan pendampingan berkelanjutan dalam pemasaran digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, fotografi produk, analisis pasar, hingga kemampuan membaca perubahan perilaku konsumen. Tantangan terbesar UMKM saat ini bukan lagi menghasilkan produk, melainkan memenangkan perhatian konsumen di tengah persaingan yang semakin terbuka.

Karena itu, agenda pameran sebaiknya tidak berhenti pada transaksi. Kegiatan seperti pelatihan ekspor, temu bisnis, inkubasi usaha, promosi digital bersama, hingga pendampingan pascapameran perlu menjadi bagian dari ekosistem yang terus berjalan sepanjang tahun.


Masa depan

Kota-kota besar di dunia berhasil membangun ekonomi lokal bukan karena banyaknya pusat perbelanjaan, melainkan karena kuatnya jejaring pelaku usaha kecil yang terus tumbuh menjadi perusahaan menengah, bahkan mampu menembus pasar internasional.

Surabaya memiliki modal yang cukup untuk bergerak ke arah tersebut. Infrastruktur kota relatif baik, konektivitas logistik kuat, pasar domestik besar, serta dukungan pemerintah daerah terhadap UMKM terus berkembang.

Meski demikian, tantangan masih terbuka. Persaingan produk impor, perubahan teknologi, fluktuasi daya beli masyarakat, hingga tuntutan pasar digital akan semakin memengaruhi keberlangsungan usaha mikro.

Karena itu, keberhasilan SGE sebaiknya tidak hanya diukur dari besarnya omzet selama lima hari penyelenggaraan. Indikator yang lebih strategis ialah berapa banyak UMKM yang naik kelas, mampu memperluas pasar, memperoleh legalitas usaha, memanfaatkan teknologi digital, menciptakan lapangan kerja baru, serta bertahan menghadapi perubahan ekonomi.

Pemerintah daerah juga dapat memperkuat strategi tersebut melalui penyelenggaraan pameran yang lebih rutin, sebagaimana rencana menghadirkan ruang promosi secara berkala.

Langkah itu dapat dipadukan dengan sistem pemasaran digital, sehingga produk yang dipamerkan tetap dapat diakses masyarakat meski kegiatan telah berakhir. Dengan demikian, pameran tidak menjadi peristiwa sesaat, melainkan pintu masuk menuju perdagangan yang berlangsung sepanjang tahun.

Kekuatan sebuah kota tidak hanya diukur dari gedung-gedung tinggi atau besarnya investasi yang masuk. Kota yang tangguh adalah kota yang mampu menumbuhkan pelaku usaha kecil menjadi penggerak ekonomi, membuka kesempatan yang setara bagi setiap warga untuk berkembang, serta menciptakan ruang yang mempertemukan kreativitas dengan pasar.

Surabaya Great Expo menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dapat dimulai dari sesuatu yang tampak sederhana, yakni mempertemukan produk lokal dengan masyarakatnya sendiri. Ketika pertemuan itu berlangsung secara konsisten, didukung legalitas yang kuat, inovasi yang berkelanjutan, dan keberpihakan pada UMKM, yang bergerak bukan hanya transaksi.

Hal yang tumbuh adalah kepercayaan, daya saing, dan optimisme bahwa ekonomi lokal mampu menjadi salah satu penopang perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lawan Chelsea di Stadion GBK, AC Milan Dipastikan Turunkan Modric hingga Leao
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Muzani Nilai Program Kopdes Prabowo Berangkat dari Pemikiran Bung Hatta
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Pemprov DKI Atur WFH Bergantian untuk 1.000 ASN Setelah Gedung Bapenda Kebakaran Hebat
• 2 jam lalunarasi.tv
thumb
Budget Rp 200 Juta Bisa Beli Mobil Listrik Apa di GIIAS 2026?
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Hari Kucing Sedunia: Ini 5 Tanda Kucing Merasa Nyaman dan Bahagia Bersamamu
• 7 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.