Jakarta, VIVA – Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tak hanya menjadi ajang peluncuran mobil baru, tetapi juga menghadirkan berbagai inovasi dan strategi industri otomotif. Tiga berita berikut menjadi artikel yang paling banyak dibaca di kanal VIVA Otomotif. Berikut tiga artikel terpopuler kemarin:
1. Menguak Perbedaan Karakter Jetour T1 dan T2
- VIVA/Yunisa Herawati
Jetour memperkenalkan dua SUV dengan karakter yang berbeda meski sama-sama mengusung desain bergaya petualang. T1 ditujukan bagi pengguna yang lebih banyak beraktivitas di jalan raya dengan karakter SUV yang lebih ringkas, sementara T2 dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan kemampuan melibas medan yang lebih menantang.
Perbedaan tersebut terlihat dari ukuran bodi, orientasi penggunaan, hingga teknologi yang dibawa masing-masing model. Dengan strategi ini, Jetour ingin menjangkau konsumen yang memiliki kebutuhan mobilitas dan gaya hidup yang berbeda. Baca selengkapnya.
2. Bukan Sekadar Pajangan, Mobil Modifikasi Daihatsu Ini Tetap Siap Dipakai Harian
- ADM
Daihatsu menghadirkan sejumlah mobil modifikasi di GIIAS 2026 yang tidak hanya mengutamakan tampilan, tetapi juga tetap mempertahankan fungsi sebagai kendaraan harian. Konsep tersebut menunjukkan bahwa modifikasi dapat dilakukan tanpa mengorbankan kenyamanan maupun kepraktisan penggunaan sehari-hari.
Berbagai ubahan dilakukan mulai dari eksterior, interior, hingga aksesori pendukung, namun tetap memperhatikan aspek keamanan dan fungsionalitas. Pendekatan ini menjadi inspirasi bagi pengunjung yang ingin memodifikasi mobil tanpa kehilangan kenyamanan saat digunakan beraktivitas. Baca selengkapnya.
3. BYD Mulai Pakai Ban dan Kaca Buatan Lokal
- VIVA/Yunisa Herawati
BYD mulai meningkatkan penggunaan komponen produksi dalam negeri dengan mengadopsi ban dan kaca buatan lokal pada kendaraan yang dipasarkan di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kandungan lokal sekaligus memperkuat rantai pasok industri otomotif nasional.
Pemanfaatan komponen lokal juga diharapkan dapat mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Selain mendukung industri dalam negeri, strategi tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi produksi dan memperkuat daya saing kendaraan yang dipasarkan di Tanah Air. Baca selengkapnya.





