JAKARTA, KOMPAS.com – Di balik wajah Jakarta yang terkenal dengan kemegahannya, masih membentang ruang hijau yang luas.
Lahan tersebut dikelola untuk dijadikan area pertanian dan perkebunan oleh sekelompok tani dan warga sekitar.
Letaknya ada di Urban Farming Bali Lestari, Kampung Bali Gang Buntu RT 01/RW 05, Cakung, Jakarta Timur.
Baca juga: Jakarta Masih Punya Zona Hijau, Lahan Liar di Cakung Jaktim Jadi Kebun Produktif
Di sana, Yaman (59) mengawali hari dengan langkah pelan menyusuri bedengan, memeriksa daun-daun yang tumbuh, dan memastikan tanah tetap memberi kehidupan.
Bagi sebagian orang, lahan itu mungkin hanya sebidang tanah kosong yang menunggu giliran dibangun.
Namun, bagi Yaman, setiap jengkalnya adalah ruang untuk bekerja, bertumbuh, sekaligus menikmati hidup tanpa tergesa.
Lahan yang ia kelola bukan milik pribadi, melainkan aset sejumlah perusahaan swasta yang diizinkan untuk dimanfaatkan sebagai area pertanian selama belum digunakan untuk pembangunan.
"Kalau bagi saya sih nyaman-nyaman aja ya, soalnya daripada kita bengong-bengong, tanah yang kosong ini kalau kata yang punya suruh manfaatin ya kita manfaatin, daripada dia kayak hutan gitu," ujar Yaman saat ditemui Kompas.com di kawasan Urban Farming Bali Lestari, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (7/8/2026).
Baca juga: Di Balik Gang Sempit Cakung Jaktim, Ada Sawah dan Kebun Menghidupi Warga
Di antara beton, tanah tetap bernapas
Yaman bukan petani yang baru belajar bercocok tanam ketika memasuki masa pensiun.
Dunia pertanian telah dikenalnya sejak lama, bahkan ketika ia masih bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan.
Saat itu, bertani menjadi pekerjaan sampingan yang mengisi waktu luang.
Kini, setelah tak lagi bekerja di perusahaan, ia memilih kembali sepenuhnya di ruang hijau. Hari-harinya diisi dengan mengurus kebun, membantu mengelola sampah warga, serta memastikan lahan yang selama ini dijaga tetap produktif.
Baginya, bertani bukan semata soal panen. Ada ketenangan yang tumbuh bersama tanaman-tanaman yang ia rawat.
"Ya kita mah campur macam-macam aja lah nanamnya, orang kita iseng ya daripada bengong-bengong kita manfaatin dikit-dikit," kata Yaman.