New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Jumat, 7 Agustus 2026, mengecam serangan rudal yang dilancarkan kelompok Houthi Yaman terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal komersial, serta mengutuk pendaratan pesawat tanpa izin di sejumlah bandara di Yaman.
Dalam pernyataannya, DK PBB menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di Yaman dan menegaskan pentingnya menghindari tindakan yang dapat menghambat upaya perdamaian maupun mengancam perdamaian dan keamanan internasional.
"Anggota Dewan Keamanan mengutuk pendaratan pesawat tanpa izin di Bandara Internasional Sanaa pada 3 Juli dan Bandara Hudaydah pada 13 Juli," ujar pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
DK PBB menyebut pendaratan itu dilakukan tanpa izin dan persetujuan dari pemerintah Yaman, sehingga melanggar aturan penerbangan sipil internasional. Kutuk Serangan Houthi Dewan juga mengecam serangan rudal Houthi terhadap Arab Saudi sejak 13 Juli, serta serangan terhadap kapal-kapal komersial yang berlangsung sejak 22 Juli.
Anggota DK PBB kembali menegaskan komitmen kuat mereka terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan keutuhan wilayah Yaman, sekaligus menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara tersebut atas wilayah darat dan ruang udaranya.
DK PBB menegaskan bahwa seluruh penerbangan menuju bandara-bandara di Yaman harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah Yaman dan memperoleh persetujuan resmi.
Meski demikian, dewan juga menekankan pentingnya memastikan akses udara yang aman, terjamin, dan berkelanjutan untuk kebutuhan kemanusiaan dan sipil, sesuai hukum internasional dan aturan penerbangan sipil yang berlaku. Serukan Dialog dan Kepatuhan terhadap Resolusi PBB DK PBB meminta seluruh pihak mematuhi hukum internasional serta resolusi-resolusi Dewan Keamanan yang relevan, khususnya Resolusi 2216 yang diadopsi pada 2015.
Resolusi tersebut melarang penyediaan, penjualan, atau pengalihan senjata beserta perlengkapan terkait, maupun bantuan teknis, keuangan, atau bentuk dukungan lain untuk kegiatan militer kepada individu dan entitas yang masuk dalam daftar sanksi Komite 2140 DK PBB, termasuk Houthi.
Menurut DK PBB, perkembangan terbaru di Yaman mengancam keamanan kawasan serta hak dan kebebasan navigasi internasional, meningkatkan risiko eskalasi lebih lanjut, dan menghambat upaya perdamaian di Yaman maupun kawasan yang lebih luas.
Dewan juga mendesak Houthi menahan diri dari tindakan yang memperburuk situasi serta mendorong pemanfaatan jalur dialog yang telah ada untuk mengatasi berbagai persoalan dan meredakan ketegangan.
Selain itu, DK PBB kembali menyatakan dukungannya kepada Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg dalam upayanya mendorong penyelesaian politik yang dinegosiasikan, inklusif, serta dipimpin dan dimiliki oleh rakyat Yaman sendiri.
Baca juga: Pemerintah Yaman Klaim Tembak Jatuh Sejumlah Drone Houthi di Marib



