JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut riset teknologi nuklir yang dipamerkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kepada Presiden Prabowo Subianto akan dimanfaatkan untuk kepentingan energi dan kesehatan.
Prasetyo mengatakan, teknologi nuklir di Indonesia akan dikembangkan untuk kepentingan penelitian, energi, kesehatan, pembangkit listrik, hingga kemungkinan alat utama sistem senjata (alutsista).
"Kalau berkenaan dengan masalah nuklir, lebih fokus ke masalah, selain penelitian, untuk kepentingan energi dan kesehatan," katanya di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Politikus Gerindra itu menyebut kemungkinan pengembangan nuklir untuk pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN. Juga kemungkinan peralatan alutsista berbahan nuklir.
Sementara dari segi kesehatan, menurutnya, nuklir mungkin akan dikembangkan untuk keperluan medis.
Baca Juga: Saat Periset BRIN Turunkan Mic Kala Jelaskan ke Prabowo soal Teknologi Nuklir
Sebelumnya dilansir KompasTV, BRIN memamerkan hasil-hasil risetnya kepada Presiden Prabowo Subianto di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8).
Dari belasan bidang yang dikembangkan oleh badan riset tersebut, salah satunya adalah nuklir untuk berbagai sektor strategis.
Dalam pameran di Istana, periset BRIN mengungkap teknologi nuklir dipersiapkan untuk dua hal.
Pertama, energi untuk persiapan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Kedua, nonenergi untuk pangan dan kesehatan.
BRIN menyatakan sudah siap dengan bahan nuklir di Indonesia untuk PLTN. Periset BRIN menyebut Indonesia punya potensi uranium 89.000 ton dan torium 143.000 ton.
Baca Juga: Deretan Hasil Riset BRIN yang Dipamerkan ke Presiden Prabowo di Istana
Selain di bidang nuklir, dalam pameran itu juga dipamerkan sejumlah hasil inovasi BRIN lainnya di berbagai bidang.
Mulai dari bidang energi, mineral, dan logam tanah jarang; lingkungan dan pengelolaan sampah; kedirgantaraan dan keantariksaan; pertahanan dan keamanan; transportasi; pangan, pertanian, dan dukungan program makan bergizi gratis (MBG).
Juga kelautan perikanan, dan pengembangan Kampung Nelayan; kesehatan; sumber daya air, termasuk solusi perlindungan pesisir seperti Giant Sea Wall; perumahan, infrastruktur, dan mitigasi kebencanaan; juga sosial, politik, pendidikan, dan kebudayaan.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- mensesneg
- prasetyo hadi
- nuklir
- brin
- energi
- kesehatan





