TKW di Tulungagung Ditipu Berkedok Janji Nikah, Rugi Rp622 Juta

beritajatim.com
6 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita:

Tulungagung (beritajatim.com) – Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Tulungagung menjadi korban penipuan berkedok asmara. Korban berinisial S (48), warga Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung, mengalami kerugian hingga Rp622 juta setelah ditipu IS (43), warga Desa Slumbung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Pelaku meyakinkan korban dengan janji akan menikahinya setelah pulang ke Indonesia. Dalam perjalanan hubungan tersebut, pelaku meminta korban mengirimkan uang hasil bekerja sebagai tenaga kerja di Hong Kong dengan berbagai alasan.

Uang tersebut disebut akan ditabung, dijadikan modal usaha, hingga digunakan untuk membeli kendaraan yang nantinya menjadi aset bersama.

Korban yang telah menaruh kepercayaan kepada pelaku kemudian terus mengirimkan uang secara bertahap selama beberapa tahun. Namun, setelah korban pulang ke Indonesia, pelaku justru menghilang.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto mengatakan, korban mengenal pelaku melalui media sosial Facebook sejak 2020. Keduanya kemudian bertukar nomor telepon dan aktif berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp.

Pelaku berhasil meyakinkan korban dengan mengaku belum menikah dan berjanji akan membangun rumah tangga bersama korban setelah pulang dari luar negeri.

“Keduanya berkenalan di facebook dan terus berkomunikasi lewat whatsapp, pelaku mengaku belum menikah dan berjanji menikahi korban setelah pulang ke Indonesia,” ujarnya, Sabtu (8/8/2026).

Dalam perjalanan hubungan tersebut, pelaku secara bertahap meminta korban untuk mengirim uang hasil bekerja sebagai tenaga kerja di Hong Kong. Uang itu disebut akan ditabung, dijadikan modal usaha, hingga dibelikan kendaraan yang nantinya menjadi aset bersama.

Korban yang telah percaya kepada pelaku terus melakukan transfer dana selama beberapa tahun hingga total uang yang diberikan mencapai Rp622 juta.

“Pelaku meminta korban mengirim uang dengan berbagai alasan,” tuturnya.

Namun, saat korban kembali ke Indonesia dan hendak mengambil seluruh uang yang selama ini dititipkan, pelaku terus memberikan berbagai alasan. Hingga akhirnya, pelaku tidak dapat lagi dihubungi oleh korban.

Menyadari telah menjadi korban penipuan, S kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tulungagung Kota.

“Polisi segera melakukan penyelidikan setelah korban melaporkannya,” imbuhnya.

Polisi kemudian melakukan penelusuran keberadaan pelaku di wilayah Blitar. Dari hasil penyelidikan, polisi memperoleh informasi bahwa IS berada di Kabupaten Ponorogo.

Petugas kemudian menangkap pelaku di kawasan depan Terminal Seloaji, Ponorogo. Saat dilakukan pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya.

“Saat ini pelaku sudah kami tahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. [nm/beq]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kubu Febrie Adriansyah Siap Bongkar Kejanggalan Kasus TPPU di Praperadilan
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
950 Dapur MBG Diduga Tak Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
8 Kalimat yang Tak Pernah Diucapkan Orang Berkelas Meski Hartanya Melimpah, Tanda Elegan yang Sesungguhnya
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Simbol Nazi Ditemukan di Rumah Remaja Pelaku Penembakan Sekolah di Thailand
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kapolres Malang Gandeng Driver Ojol Jaga Keamanan Warga
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.