HARIAN.FAJAR.CO.ID, TAKALAR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk “Aksara Jiwa: Membaca dengan Hati, Mengulas dengan Berani” bagi anak-anak sekolah dasar di Kabupaten Takalar.
Program yang merupakan pengembangan dari kegiatan Cerdas Mengulas Buku ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi, pemahaman membaca, serta keberanian anak dalam menyampaikan kembali isi bacaan melalui kegiatan resensi sederhana yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.
Penanggung jawab program, Laurent Ferdinand Mozes Ranteupa’, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebanyak dua kali di dua sekolah dasar yang berbeda, yaitu SDN 45 Biringbalang dan SD Inpres Al-Qamar.
Dalam setiap pelaksanaannya, peserta diajak membaca buku sesuai kelompok masing-masing, kemudian mendiskusikan isi bacaan bersama mahasiswa KKN. Setelah itu, setiap kelompok mempresentasikan hasil ulasan buku menggunakan bahasa mereka sendiri di hadapan peserta lainnya. Kegiatan juga diselingi dengan ice breaking dan kuis literasi untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.
Menurut Laurent, metode tersebut dirancang agar anak-anak tidak hanya terbiasa membaca, tetapi juga mampu memahami isi bacaan secara lebih mendalam serta berani mengemukakan pendapat.
“Melalui program Aksara Jiwa, kami ingin menumbuhkan kebiasaan membaca yang tidak berhenti pada aktivitas membaca saja. Anak-anak diajak memahami isi buku, menyampaikan pendapat, serta belajar berpikir kritis melalui kegiatan mengulas buku dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kemampuan memahami isi bacaan merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dibiasakan sejak usia dini. Oleh karena itu, metode pembelajaran yang diterapkan dibuat lebih interaktif agar anak-anak merasa nyaman, aktif, dan antusias selama mengikuti kegiatan.
Melalui program “Aksara Jiwa: Membaca dengan Hati, Mengulas dengan Berani”, mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Hasanuddin berharap dapat menumbuhkan budaya membaca yang lebih kritis, meningkatkan rasa percaya diri anak dalam berbicara di depan umum, serta memperkuat minat literasi di lingkungan masyarakat. (*)





