"Ayah, Persebaya juara yah"

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Rachmat Irianto memilih menepi ketika rekan-rekannya larut dalam pesta juara Persebaya Surabaya setelah memenangi Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Kamis.

Alih-alih terbawa suasana selebrasi, pemain asli Surabaya itu justru menghindari kerumunan. Dengan tenang, ia hanya memberikan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi.

Sikap ini mencerminkan semangat fair play dan rasa hormat tinggi Irianto kepada Persib Bandung. Klub yang kalah dalam laga final tersebut merupakan mantan timnya selama tiga tahun sejak 2022, periode di mana ia berhasil mempersembahkan dua gelar Liga Indonesia.

Namun, di balik kedewasaan sikapnya, tersimpan cerita personal yang mendalam. Di tengah para rekan setim yang bangga mengenakan medali dan seragam juara, Irianto tampil berbeda.

Pemain yang akrab disapa Rian itu mengenakan kaus hitam bergambar wajah almarhum Bejo Sugiantoro lengkap dengan tulisan "Legend". Bejo, yang merupakan legenda Bajul Ijo dan ayah kandung Irianto, telah mendahului mereka pada Februari tahun lalu. Melalui aksinya tersebut, Rian seolah mendedikasikan momen bersejarah ini untuk sang ayah.

Seusai pertandingan, Rian mengunggah sebuah foto di akun Instagram pribadinya. Bukan foto dia mengangkat trofi Piala Presiden atau momen-momen merayakan keberhasilan bersama rekan satu tim.

Ia justru memilih fotonya dengan sang ayah saat bersama-sama di Persebaya. Irianto dirangkul ayahnya. Keduanya tersenyum bahagia. Foto itu diambil pada musim 2018/2019. Rian sebagai pemain, sementara sang ayah berada di jajaran staf kepelatihan.

Bersama unggahan tersebut, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada sosok yang telah mengenalkannya kepada sepak bola sekaligus menjadi inspirasi terbesar dalam hidupnya.

"Saya datang, saya berucap, saya tepati. Persebaya juara yah," tulis Rian, disertai emoji hati berwarna hijau, warna kebanggaan Persebaya.

Kalimat sederhana itu terasa begitu dalam. Ada kemungkinan kata-katanya tersebut merujuk pada sebuah janji yang pernah dibuatnya kepada sang ayah untuk membawa Persebaya berprestasi, dalam hal ini kembali menjadi juara.

Baca juga: Persebaya rebut juara Piala Presiden 2026 lewat adu penalti

Baca juga: Persebaya Surabaya pulangkan Rachmat Irianto dari Persib Bandung

Rian sendiri sebenarnya sudah berhasil membawa Persebaya juara ketika dia menjadi bagian tim mengangkat trofi Liga 2 Indonesia 2017 sekaligus mengembalikan timnya ke kasta tertinggi. Kala itu, usianya masih 18 tahun.

Saat itu, ia juga mengunggah momen juara bersama ayahnya, dengan keterangan foto Persebaya dalam dua era berbeda, yaitu pada 2004 dan 2017.

Ada dua foto yang dibagikan. Foto pertama memperlihatkan Rian yang masih kecil ketika berpose bersama trofi Liga Indonesia 2004. Gelar tersebut diraih Bejo saat masih menjadi pemain. Sebelum mengangkat trofi pada 2004, ia juga menjadi bagian dari skuad yang meraih gelar Liga Indonesia 1996/1997.

Pada 2017, Rian berpose bersama ayahnya dengan trofi juara Liga 2 Indonesia.

Dua unggahan itu serupa, tapi tidak sepenuhnya sama. Dalam kedua momen juara itu, Rian selalu menghadirkan sosok ayahnya. Bedanya, pada 2017 Bejo masih berdiri di sampingnya. Pada 2026, sosok itu hanya bisa hadir melalui sebuah gambar di kaus yang dikenakannya.

Itulah yang membuat air mata Rian setelah pertandingan terasa berbeda. Ada kebahagiaan karena kembali mempersembahkan gelar untuk klub masa kecilnya. Tetapi di balik itu, terselip kesedihan karena orang yang paling ingin ia ajak berbagi kebahagiaan sudah tak berada di dunia yang sama.

Piala Presiden mungkin hanya berstatus turnamen pramusim. Namun bagi Rian, keberhasilan ini jelas memiliki nilai yang jauh lebih personal dan mungkin ada rasa bahagia yang berbeda dibanding ketika ia memenangkan dua gelar liga bersama Maung Bandung.

Sebab, yang ia raih bersama Persebaya kali ini bukan sekadar sebuah piala. Ada kota kelahirannya, tempat ia tumbuh, warisan sang ayah, hingga janji yang pernah ia ucapkan kepada sosok yang telah mengenalkannya kepada sepak bola.

"Ayah inget gak? Kita punya mimpi yang sama dan hanya kita berdua yang tahu apa mimpi itu. Sekarang aku sendiri ayah. Aku akan wujudkan mimpi itu sampai aku mendapatkannya," ucap Irianto pada 27 Februari 2025, dua hari setelah ayahnya meninggal dunia.

Setahun lebih setelah kalimat itu terucap, satu bagian dari janji-janjinya terwujud.

Persebaya juara Piala Presiden untuk pertama kalinya sejak turnamen pramusim ini digelar pada 2015. Rian menjadi bagian penting tim setelah ia memutuskan kembali membela kota kelahirannya pada musim lalu.

Persebaya menjadi tim kelima yang berhasil memenangkan Piala Presiden setelah Persib (2015), Arema (2017, 2019, 2022, 2024), Persija (2018), dan Port FC (2025). Ini juga menjadi obat kekecewaan mereka setelah pada 2019 sempat menembus final, namun dikalahkan Arema dengan agregat 2-4.

Di pertandingan itu, Irianto menjadi starter dan mencetak satu assist untuk gol Ramadhan Sananta pada menit ke-20. Empat menit kemudian, Persib menyamakan kedudukan melalui Patricio Matricardi.

Laga berlangsung sengit hingga kemudian ditentukan lewat adu penalti. Di babak ini, eksekusi presisi dan keras dari Gledson tak sanggup ditepis Fitrah Maulana. Persebaya pun menang dengan skor penalti 6-5.

Baca juga: OC Piala Presiden tegaskan waktu rehat 48 jam sesuai persetujuan AFC

Awal menuju perayaan seabad

Kata-kata pertama yang diucapkan pelatih Persebaya Bernardo Tavares pada jumpa pers setelah pertandingan tak ditujukan kepada timnya, melainkan kepada tim lawan.

Ia "respect" kepada lawan yang telah memberikan perlawanan sengit hingga akhir, meski mereka bermain 10 pemain pada menit ke-112 setelah Mariano Peralta terkena kartu merah.

"Selamat malam. Pertama, saya ingin katakan bahwa tidak mudah untuk kehilangan trofi melalui adu penalti di final. Sayangnya, di liga-liga lain saya pernah mengalami pengalaman buruk itu," kata pelatih asal Portugal itu.

Ia kemudian mengaku bangga atas keberhasilan timnya menjadi juara Piala Presiden 2026. Tepat setelah timnya dipastikan menjadi juara, Tavares juga tertangkap kamera dirinya terlihat cukup emosional.

Menurut dia, meski Piala Presiden berstatus turnamen pramusim, keberhasilan mengangkat trofi tetap penting bagi Persebaya dan patut disyukuri.

Ini adalah awal yang baik baginya yang belum genap setahun melatih klub ini. Terlebih, hal ini juga menjadi modal berharga klub menjelang genap usia 100 tahun pada 18 Juni tahun depan.

Kemenangan di Piala Presiden 2026 tentu menjadi pelecut menuju target besar meraih gelar liga sebagai kado terindah untuk usia satu abad klub.

Sejak berdiri pada 18 Juni 1927, Persebaya sudah memenangkan delapan trofi di era Perserikatan dan Liga Indonesia. Namun, trofi liga kasta tertinggi terakhir yang mereka dapatkan adalah pada 2004 atau 22 tahun yang lalu.

"Kami membawa pulang trofi, Piala Presiden pertama untuk Persebaya. Dan setelah 22 tahun tanpa trofi besar, penantian itu berakhir. Hari ini, 6 Agustus, Persebaya punya trofi," kata Tavares.

Selain keberhasilan juara, kepercayaan diri Persebaya menatap musim baru juga didasarkan karena mereka telah mencoba kekuatan tim secara penuh di Piala Presiden 2026, termasuk kehadiran pemain-pemain baru seperti Reza Arya Pratama, Yuran Fernandes, Walber Mota, Gledson Paixao, hingga Ramadhan Sananta.

Bajul Ijo menjadi tim paling komplet dibanding misalnya Persib yang kehilangan tujuh pemainnya karena membela timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Selain Persib, tanpa kekuatan utama juga dialami Persija karena enam pemainnya memperkuat timnas.

Barangkali memang seperti inilah fungsi adanya turnamen pramusim di Indonesia seperti Piala Presiden. Turnamen ini kembali menunjukkan mengapa menjadi salah satu ajang pramusim paling menjanjikan di tanah air.

Selain memberikan memberikan kesempatan bagi klub untuk mengukur kesiapan sebelum menghadapi musim yang sesungguhnya hingga menjadi arena yang tepat untuk adaptasi para pemain baru, hadiah juara miliaran rupiah juga sangat bermanfaat untuk kebutuhan operasional klub.

Di tahun ini, hadiah dari para juara meningkat dari tahun sebelumnya. Sang juara mendapatkan hadiah sebesar Rp8 miliar. Peringkat dua mendapatkan Rp3,5 miliar, peringkat tiga Rp2,5 miliar, dan peringkat empat Rp1,5 miliar.

Tak hanya penghargaan juara, Piala Presiden 2026 juga memberikan penghargaan individual. Pemain muda terbaik diraih Arlyansyah Abdulmanan (Persija), top skor didapatkan Gustavo Henrique (Arema), dan pemain terbaik disabet Francisco Rivera (Persebaya). Ketiga pemain ini mendapatkan masing-masing hadiah Rp100 juta.

Manfaat lain dari penyelenggaraan Piala Presiden 2026 adalah perputaran ekonominya. Dari data Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, tahun ini dampak ekonomi yang dihasilkan dari Piala Presiden mencapai sekitar Rp70 miliar, yang memberikan manfaat bagi UMKM, transportasi, hotel dan penginapan, kuliner, dan industri kreatif.

Meski laga final berlangsung tanpa penonton sehingga perayaan gelar Persebaya terasa sedikit tertunda, semangat juang para pendukung tetap terjaga. Pelatih Tavares pun mengajak Bonek-Bonita untuk merayakan gelar juara tersebut secara langsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Perayaan ini akan dikemas dalam laga persahabatan bertajuk "Preseason Party" melawan klub Malaysia, Penang FC, pada Sabtu (15/8) pekan depan.

"Jadi, selamat Bonek-Bonita. Saya harap pada tanggal 15 Agustus nanti kalian bisa datang ke stadion (Gelora Bung Tomo). Kami akan mengadakan pertandingan di sana (melawan Penang FC), dan cara terbaik untuk kalian mengucapkan terima kasih kepada para pemain adalah dengan memenuhi stadion," ucap pelatih 46 tahun itu.

Baca juga: Daftar juara Piala Presiden 2015-2026, Persebaya juara terbaru


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Dianugerahi Anggota Kehormatan Tapak Suci, Tekankan Sinergitas Jaga Bangsa
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Liverpool Pinjam Ronald Araujo dari Barcelona, Ada Opsi Permanen
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Modifikasi Daihatsu Rocky Hybrid ACTIVe di GIIAS 2026
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Kebakaran TNBTS Meluas 176 Hektar, Api Mengarah ke Bukit B29
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Kemenhut Perkuat Jaringan Persemaian Nasional Dukung Program ASRI
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.