Palembang: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Sumatra Selatan. Presiden menitipkan "Salam ASRI" sebagai bentuk ajakan bersama dalam mewujudkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah di seluruh pelosok daerah.
"Saya sampaikan salam hormat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh masyarakat di Sumatra Selatan. Saya pamit kepada beliau untuk menghadiri acara ini, dan secara spesifik beliau mengatakan, ‘Salam ASRI kepada seluruh masyarakat Sumatra Selatan'," ujar Raja Juli saat meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Sumatra Selatan, dilansir Antara, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Baca Juga :
Semangat Merah Putih Jadi Pesan dalam Kepengurusan Baru INTIRaja Juli menjelaskan Program ASRI menjadi fokus utama perhatian Presiden untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Indonesia. Guna menopang gerakan penghijauan nasional tersebut, Presiden telah menginstruksikan Kemenhut memperkuat persemaian serta menyiapkan bibit unggul.
"Beliau mencanangkan Program ASRI, Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Sekaligus di forum itu memerintahkan kepada saya untuk menyiapkan persemaian-persemaian nursery dan bibit-bibit yang unggul yang baik untuk menghijaukan desa-desa kita, menghijaukan kota/kabupaten kita di seluruh Indonesia," ucap Raja Juli.
Raja Juli menilai masuknya Program ASRI dalam jajaran Proyek Strategis Nasional (PSN) membuktikan komitmen nyata kepala negara. Ia menyebut perhatian terhadap detail keindahan, kenyamanan, serta kebersihan lingkungan hidup merupakan langkah fundamental yang patut didukung penuh.
"Jarang sekali saya kira presiden yang berbicara detail tentang pentingnya keindahan, kenyamanan, kebersihan. Oleh karena itu, sekali lagi, kami dari Kementerian Kehutanan dan kita semua saya ajak untuk bersama-sama memastikan Program ASRI Bapak Presiden Prabowo Subianto, yang sudah menjadi PSN, kita sukseskan secara bersama-sama," tegas Raja Juli.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah). Foto: Dok. Kemenhut.
Untuk merealisasikannya, Kemenhut kini mengoperasikan 59 persemaian, terdiri dari sembilan persemaian besar dan 50 persemaian skala menengah. Satu fasilitas persemaian skala besar rata-rata berkapasitas produksi 5 juta bibit per tahun, yang berpotensi ditingkatkan hingga 10 juta bibit.
Kehadiran persemaian yang tersebar luas ini diharapkan mampu mempercepat penyediaan bibit berkualitas demi mewujudkan pemukiman, desa, hingga perkotaan yang lebih hijau, sehat, dan nyaman bagi warga.




