JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas pemadam kebakaran menyisir lantai 11 hingga lantai 15 Gedung Bapenda DKI Jakarta usai kebakaran untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Kasudin Gulkarmat Jakarta Pusat Syarifudin mengatakan, penyisiran dilakukan untuk mengurai tumpukan material yang masih berpotensi menyimpan panas.
"Ini hanya tinggal penumpukan yang kita urai agar tidak terjadi penyalaan (api) kembali," ujar Syarifudin saat ditemui Kompas.com di lokasi, Sabtu (8/8/2026).
Baca juga: Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Gedung Bapenda, Satu Pekerja Dievakusi ke RS
Syarifudin menuturkan, petugas masih menemukan beberapa titik yang perlu dituntaskan dalam proses penyisiran.
Ia memperkirakan seluruh proses tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 menit hingga satu jam.
Area yang terdampak kebakaran berada di lantai 11, 12, 13, 14, dan 15.
Sementara itu, di bawah lantai 11 tidak terdampak penyebaran api berdasarkan penanganan petugas.
"Untuk ke bawahnya kita bisa cover, jadi tidak ada penyebaran ke bawah," kata Syarifudin.
Petugas juga membongkar dan mengurai tumpukan kertas di area terdampak karena material tersebut mudah terbakar.
"Makanya ini kita sisir, kita tumpuk-tumpuk, bahan itu kita sisir, kita bongkar, biar benar-benar aman," jelas Syarifudin.
Baca juga: Jalan Abdul Muis Depan Gedung Bapenda Masih Ditutup Usai Kebakaran, Arus Lalu Lintas Dialihkan
Dalam proses pemadaman, petugas sempat menghadapi kendala akibat asap yang memenuhi tangga darurat gedung.
Meski demikian, petugas tetap memprioritaskan penyelamatan selain melakukan pemadaman api.
Satu orang bernama Goodwin (30) berhasil dievakuasi petugas dari lantai 15 dan kini dirawat di Rumah Sakit Tarakan.
Syarifudin mengatakan korban memberikan tanda keberadaannya menggunakan senter saat petugas melakukan pencarian di dalam gedung.