Sheila On 7 dikenal sebagai salah satu band yang tetap eksis lintas generasi. Meski begitu, band asal Yogyakarta itu memang terbilang jarang terlihat muncul di berbagai podcast yang sedang ramai beberapa tahun terakhir.
Eross Candra akhirnya mengungkap alasan di balik keputusan tersebut. Menurutnya, bukan karena tidak ada tawaran, melainkan karena ia merasa podcast lebih cocok untuk generasi yang lebih muda.
“Kalau podcast mungkin lebih buat generasi yang di bawah kita kali ya, mereka akan bisa menemukan ombak besar dari situ,” kata Eross saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat.
Selain itu, Eross juga mengaku tidak terlalu nyaman jika harus berbicara terlalu banyak di depan kamera.
“Aku enggak mau terlalu berebut spotlight sama yang muda juga. Terus kalau aku pribadi, aku kurang suka ngomong terlalu banyak. Tapi kalau di radio kan memang udah kayak teman lama ya kalau masuk kantor radio,” ujarnya.
Meski begitu, Eross membenarkan bahwa Sheila On 7 cukup sering mendapat tawaran untuk tampil di podcast. Biasanya, ia menolak dengan cara yang sederhana.
“Ya biasanya, ‘Nanti ya kalau aku udah satu musim mau ngomong banyak, nanti aku pasti datang’. Karena ya memang ngomong banyak itu terlalu PR buat aku,” katanya sambil tertawa.
Radio Jadi 'Orang Tua' Sheila On 7Di balik keputusan itu, ada alasan yang lebih personal. Eross mengatakan bahwa Sheila On 7 memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan radio karena medium itulah yang membuka jalan mereka menuju industri musik nasional.
“Kalau kita berbicara radio ya, Sheila On 7 itu mungkin jalannya enggak akan semulus ini kalau tidak dibukakan jalan oleh radio. Radio itu kayak anak-anak yang dibukakan pintu sama orang tuanya ke dunia yang sangat luas,” ungkap Eross.
Ia mengenang masa akhir 1990-an, ketika setiap band harus memiliki lagu yang diputar di radio agar bisa dikenal luas. Saat itu, single pertama Sheila On 7 berjudul Kita mendapat respons yang cukup baik, tetapi belum benar-benar meledak.
Titik baliknya justru datang ketika sebuah radio memutuskan memutar lagu Dan atas inisiatif sendiri.
“Lagu ‘Dan’ itu kenapa bisa jadi single karena dipilih salah satu radio. Nah itu yang bikin kita kayak dapat ombak besar terus kita tinggal surfing aja,” tutur Eross.
Bahkan sebelum bergabung dengan label besar, lagu Kita sudah lebih dulu diputar di radio lokal Yogyakarta ketika Sheila On 7 masih berstatus band indie dan para personelnya masih duduk di bangku SMA.
“Bayangin anak-anak SMA lagunya diputar di radio. Karena itu Sheila On 7 bisa manggung di SMA-SMA banyak di Jogja. Cikal bakalnya di situ,” kata Eross.
Baginya, radio bukan sekadar media promosi, melainkan bagian penting dari sejarah Sheila On 7. Karena itulah, ia merasa memiliki semacam “utang budi” kepada radio yang telah menjadi pintu pertama bagi perjalanan musik mereka.
“Kalau enggak ada radio mungkin saya jadi guru Taekwondo sekarang. Beneran. Radio benar-benar berjasa,” tutup Eross.





