Dokter Tirta Soroti Sistem BPJS Usai Kasus Yurizal Viral, Sebut Harus Ada Perbaikan

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Dokter Tirta ikut menyoroti polemik pelayanan kesehatan yang mencuat setelah kasus Yurizal ramai diperbincangkan di media sosial. Menurutnya, persoalan yang terjadi seharusnya tidak berhenti pada perdebatan antara pasien dan tenaga kesehatan, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem BPJS dan pelayanan rumah sakit.

Kasus tersebut bermula ketika Yurizal mengeluhkan waktu tunggu yang panjang untuk mendapatkan kamar rumah sakit. Keluhan itu kemudian mendapat berbagai respons dari sejumlah dokter dan tenaga kesehatan di media sosial.

Baca Juga :
Dokter Tirta Soroti Kasus Yurizal, Tegas Tolak Burnout Jadi Alasan Nakes Komentar Buruk ke Pasien
Kategori Half Marathon Kembali Hadir di 910Nineten Race 2026, Intip Persiapan dan Tip Dokter Tirta

Di tengah polemik tersebut, Dokter Tirta justru mengajak masyarakat melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Ia menilai komunikasi antara pasien dan tenaga kesehatan serta sistem pelayanan kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi.

Bahkan, Dokter Tirta secara terang-terangan menyebut bahwa salah satu persoalan besar dalam layanan kesehatan di Indonesia berkaitan dengan sistem BPJS.

"Intinya problem di kedokteran adalah komunikasi. Dan problem di BPJS adalah soal perbaikan sistem,” jelas Dokter Tirta yang dikutip dari Instagramnya pada Sabtu, 8 Agustus 2026. 

Menurut Dokter Tirta, pasien yang telah menunggu berjam-jam tentu membutuhkan informasi yang jelas mengenai kondisi yang sedang mereka hadapi.

Ia menjelaskan bahwa dari perspektif pasien, mereka datang ke rumah sakit karena membutuhkan pelayanan. Ketika harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian mengenai kamar, pasien tentu bisa merasa bingung dan frustrasi.

"Pasien itu adalah customer dan dia tahunya dia sakit, dia membayar BPJS dan dia berobat. Jadi dia antri 8 jam. Dia antri 8 jam, 5 jam, 7 jam mencari kamar,” jelasnya lagi. 

Karena itu, menurutnya, komunikasi sederhana sebenarnya dapat membantu meredam persoalan.

"Dan tugasnya kita memberi jawaban. That's it. Sesimple itu sebenarnya,” kata Dokter Tirta. .

Selain persoalan sistem, Dokter Tirta juga menyinggung respons sejumlah tenaga kesehatan terhadap keluhan pasien di media sosial.

Ia memahami bahwa pekerjaan di bidang kesehatan memiliki tekanan yang besar. Namun, kondisi burnout menurutnya tidak seharusnya digunakan untuk membenarkan perilaku yang tidak tepat kepada pasien.

"Kalian nggak perlu debat, ngalor-ngidul, melakukan pembenaran. Intinya, apa yang dilakuin sejawat dengan mereply itu udah salah,” ujarnya.

Baca Juga :
Reaksi Sarkas Dokter Tirta Soal Rupiah Anjlok Jadi Sorotan: Ndasku Mumet!
Dokter Tirta Wanti-wanti Bahaya Main HP Sebelum Tidur, Bukan Cuma Ganggu Kualitas Tidur!
Dokter Tirta Bongkar Penyebab Banyak Orang Indonesia Kekurangan Protein

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ultimatum Kepala Daerah: Tak Bisa Penuhi Teriakan Rakyat, Presiden Turun Tangan
• 19 jam laludetik.com
thumb
Daftar Merek Mobil China di Indonesia Bertambah, Kini Giliran BAW
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Styles Land Hadirkan Pengalaman Imersif hingga Workshop Kreatif
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Hutama Karya Borong 3 Gold Bintang 4 di TJSL & CSR Award BUMN Track 2026
• 4 jam laludetik.com
thumb
Persib Gagal Juara di Piala Presiden, Ini Pesan Manis Igor Tolic untuk Bobotoh
• 16 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.