Ternyata Ini Alasan Pelaku Membunuh Korban di Kasus Mutilasi di Depok

tvonenews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com- Kasus mutilasi di Depok mencuri perhatian akhir-akhir ini. Sebab pelaku dan korbannya diduga bergabung dengan grup gay.

Isu ini terus bergulir, karena bagian tubuh dari korban belum ditemukan semuanya. Pelaku di kasus mutilasi di Depok telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Ilustrasi jenazah.
Sumber :
  • Antara

Dalam keterangannya, Polisi menetapkan tersangka SA alias Saepullah dengan korban dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap pria bernama Kunaefi (51) di Kota Depok.

Lantas, apa alasan pelaku mutilasi di Depok tega melakukannya?

Berdasarkan informasi dirangkum tvOnenews.com, jika aksi pembunuhan dan mutilasi dilakukan telah direncanakan untuk menguasai harta benda milik korban.

Sementara dugaan hubungan sesama jenis seperti yang berkembang di media sosial (Medsos). Polisi belum bisa menyimpulkan.  

Namun fakta lain yang muncul, adanya ditemukan dalam Handphone tersangka komunitas Gay, atau yang dikenal hubungan sesama jenis.

"Update hasil pemeriksaan dengan saksi-saksi dan pengecekan HP (telepon genggam) milik tersangka, bahwa tersangka tergabung dalam grup (komunitas gay)," kata Dimitri saat dikonfirmasi di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu (8/8).

"Terjadi perencanaannya karena pelaku ingin melakukan pencurian motor dan barang-barang milik korban serta untuk menguasai barang milik korban, dan adanya niat untuk membunuh korban," jelas Dimitri.

Lebih lanjut dijelaskan oleh penyidik juga telah menetapkan SA sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Seperti diketahui, korban berkenalan dengan pelaku melalui media sosial sebelum bertemu di sebuah kontrakan di Cipayung pada 23 Juli 2026.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana dan atau pembunuhan Pasal 459 dan atau 458 KUHP," terang Dimitri.

Kemudian menurut penyidik, pertemuan tersebut berujung pada pembunuhan.

Saepul (26), pelaku yang menghabisi nyawa dan mutilasi pria berinisial K (51).
Sumber :
  • Istimewa

Dalam pertemuan itu, pelaku diduga menusuk perut dan menggorok leher korban dengan menggunakan pisau, kemudian memutilasi jasadnya untuk menghilangkan jejak.

Lalu tubuh korban dibuang di kawasan Tanah Merah, sedangkan kedua kaki korban dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas.    

Perlu diketahui, kasus ini mencuat setelah adanya penemuan mayat termutilasi yang terbungkus di dalam karung di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok. Lalu diungkap setelah pelakunya dibekuk oleh Subdit Resmob Polda Metro Jaya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Papua Pastikan Dua Korban Penembakan OTK di Festival Lembah Baliem dalam Keadaan Sadar 
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Persik Kediri Rekrut Marcelo Djalo dan Park Jun Heong untuk Perkuat Lini Pertahanan Menghadapi Liga 1 2026/2027
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Said Abdullah: Di Antara Garis Koordinat dan Gagasan Perubahan Bersama Barisan 8 Center
• 10 jam laludisway.id
thumb
Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Warga Dilarang Masuk Radius 5 Km
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.