Survei IPO: Prabowo Belum Aman dari Kejaran KDM dan Anies

jpnn.com
10 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menjadi tokoh dengan elektabilitas tertinggi berdasarkan temuan Indonesia Political Opinion (IPO) berjudul Evaluasi Kebijakan Publik dan Stabilitas Sosial-Politik Nasional. 

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menyebut Prabowo akan terpilih sebagai Presiden RI jika pemilihan dilaksanakan saat ini dengan simulasi terbuka. 

BACA JUGA: Kabar Prabowo Pilih Wamenhan Baru, Anggota DPR Ini Ungkit Kemandirian Industri Pertahanan

"Dalam simulasi terbuka, responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas," katanya melalui layanan pesan, Sabtu (8/8).

Diketahui, Prabowo dalam simulasi terbuka mengantongi elektabilitas sebesar 23,4 persen atau menjadi yang tertinggi.

BACA JUGA: Ingatkan Pemerintah Buka Mata Hadapi Masalah Serius, Anies Singgung soal Obat Tidur

Namun, katanya, capaian elektabilitas Prabowo tak berbeda jauh dibandingkan pesaing lain seperti Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau KDM hingga eks Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

"Ya, memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain," kata Dedi.

BACA JUGA: Pakai Duit Pribadi, KDM Beber Alasan Gelar Sayembara Tangkap Begal

Elektabilitas KDM dan Anies dalam temuan IPO masing-masing sebesar 21,7 persen serta 11,5 persen.

Dedi melanjutkan posisi Prabowo sebagai pemuncak elektabilitas belum sepenuhnya aman dari kejaran pesaing. 

Menurutnya, keberlanjutan dukungan masyarakat akan sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah menghadirkan kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh publik.

"Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik, jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya," ujar Dedi.

Berturut-turut setelah Anies, pemilik elektabilitas tertinggi berdasarkan temuan IPO ialah Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (4,5 persen), eks Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo (4,1 persen), dan Gibran Rakabuming Raka (3,9 persen).

Sementara itu, tokoh lainnya memperoleh dukungan di bawah tiga persen, yakni Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda (2,1 persen), eks Menko Polhukam Mahfud MD (1,7 persen), Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (1,5 persen), Ketum PKB Muhaimin Iskandar (1,2 persen), dan Ketum PAN Zulkifli Hasan (1,0 persen).

Namun, elektabilitas Prabowo bukan menjadi yang tertinggi ketika IPO menghitung angka keterpilihan menggunakan simulasi sepuluh nama.

Sebab, Prabowo hanya memiliki elektabilitas 19,0 persen atau tertinggi kedua ketika IPO menggelar simulasi sepuluh nama.

KDM menjadi tokoh dengan elektabilitas tertinggi ketika survei dilaksanakan memakai simulasi sepuluh nama dengan 29,5 persen.

Selanjutnya, ada nama Anies (12,7 persen), AHY (5,8 persen), Gibran (5,1 persen), Ganjar (4,6 persen), Sherly (3,5 persen), Mahfud (2,8 persen), Purbaya (1,5 persen), hingga Erick Thohir (1,2 persen).

Survei IPO dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling.

Survei IPO memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan batas kesalahan atau margin of error sekitar sekitar 2,9 persen. (ast/jpnn)


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puslabfor Polri Selidiki Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda DKI
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kapolri Dukung Program Pemerintah Hadapi Situasi Global: Kita Harus Mandiri
• 13 jam laludetik.com
thumb
Jakut pangkas 5.157 pohon rawan tumbang antisipasi cuaca ekstrem
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka di Rumah dibandingkan Keluar Malam
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kronologi Penembakan di Sekolah Thailand yang Tewaskan 7 Orang, Pelaku Habisi Nyawa Kakek dan Neneknya Sebelum Beraksi
• 13 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.