Kronologi Wanita Histeris Saat Dievakuasi Usai Bersembunyi di Goa Pangandaran, Diduga Berkaitan dengan Kasus Bayi Terlantar

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Berikut ini kronologi wanita histeris saat dievakuasi usai bersembunyi di Goa Pangandaran. Insiden ini diduga berkaitan dengan kasus bayi terlantar.

Seorang perempuan berusia sekitar 30 tahun ditemukan bersembunyi di Goa Lembah Putri, Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Jumat (7/8/2026). Keberadaannya pertama kali diketahui sekitar pukul 09.30 WIB saat warga melihat sosok perempuan di dalam goa itu.

Mereka kemudian melaporkan hal tersebut ke Polsek Kalipucang dan petugas berusaha melakukan proses evakuasi usai datang ke lokasi. Kapolsek Kalipucang Iptu Ridwan mengatakan, saat evakuasi akan dilakukan, perempuan itu tidak bersedia keluar dari goa sehingga mereka kemudian berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

“Awalnya warga melihat perempuan tersebut berada di dalam goa sekitar pukul 09.30 WIB. Saat petugas datang, yang bersangkutan tidak bersedia keluar, sehingga kami berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan evakuasi,” ujar Ridwan, dilansir dari Kompas.com.

Evakuasi tak bisa dilakukan tergesa-gesa lantaran kondisi di dalam goa yang gelap gulita, dipenuhi celah bebatuan, serta memiliki kadar oksigen terbatas sehingga menjadi tantangan tersendiri. Ridwan mengatakan, personel kepolisian awalnya hanya memantau dari sekitar mulut goa sambil menunggu bantuan tambahan datang.

“Kondisi di dalam goa minim oksigen. Karena itu kami hanya memantau perkembangan lebih lanjut menunggu bantuan datang,” katanya.

Setelah seluruh personel dan perlengkapan dinilai memadai, proses evakuasi akhirnya dilakukan. Saat itu, perempuan tersebut sempat melakukan perlawanan ketika petugas berusaha mengeluarkannya dari dalam goa dan hal ini membuat proses penyelamatan berlangsung cukup menegangkan.

Sekitar pukul 11.00 WIB, perempuan itu menangis histeris saat petugas akhirnya berhasil mengevakuasinya. Selanjutnya, dia langsung dibawa ke Puskesmas Kalipucang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sementara itu, saat dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaannya, petugas menemukan selembar fotokopi Kartu Keluarga (KK) yang sudah lusuh dan robek sehingga sebagian besar tulisannya hampir tak terbaca. Dari dokumen itu, masih terlihat nama Suriyanni kelahiran 1989, serta nama Riko Firmansyah dengan alamat di Muktiasih, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar.

Selain berupaya memastikan identitas perempuan itu, polisi juga mendalami kemungkinan adanya hubungan dengan kasus penemuan bayi di kawasan Terminal Kalipucang sehari sebelumnya. Ridwan menjelaskan, dugaan ini masih dalam proses pendalaman sehingga kepolisian belum bisa menyimpulkan hubungan keduanya.

“Untuk keterkaitan dengan bayi yang ditemukan sebelumnya masih kami dalami. Saat ini yang bersangkutan sudah dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan,” ujar Ridwan.

 

Dalam kronologi wanita histeris ini, sehari sebelumnya, jajaran Polsek Kalipucang juga menangani kasus penemuan bayi perempuan di kawasan Terminal Kalipucang, Kamis (6/8/2026). Bayi itu ditemukan setelah seorang warga bernama Silvi Sukriyanti, melapor adanya seorang bayi yang ditinggalkan orang tuanya.

Berdasarkan keterangan yang beredar, bayi tersebut sebelumnya berada bersama seorang perempuan di sebuah musala yang ada di kawasan terminal. Selain itu, sang perempuan juga disebut sempat memandikan bayi tersebut.

Namun ketika diajak berkomunikasi, dia memberikan jawaban yang tidak jelas atau melantur. Menurut penjelasan Ridwan, perempuan itu kemudian menyerahkan bayinya kepada pelapor dan meminta agar dirawat selama 10 hari dan tidak diberikan kepada siapapun.

“Menurut keterangan pelapor, perempuan tersebut sempat memandikan bayi di musala terminal. Saat diajak berkomunikasi, jawabannya tidak jelas atau mengelantur,” terangnya.

Selanjutnya, perempuan yang tidak diketahui identitasnya tersebut meninggalkan lokasi. Melansir dari TribunJatim.com, bayi itu diketahui kini berada di bawah penanganan Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran untuk memperoleh perlindungan dan perawatan selagi polisi masih menunggu pemeriksan terhadap perempuan yang ditemukan di goa.

Pemeriksaan ini diharapkan bisa membantu mengungkap identitas perempuan tersebut sekaligus memastikan apakah ada keterkaitan dengan bayi yang ditemukan di Terminal Kalipucang. Selain hubungan kedua peristiwa itu, polisi juga masih mendalami motif dan rangkaian kejadian yang melatarbelakanginya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fahri Hamzah Sebut Rumah Subsidi Harus Dibangun di Atas Tanah Murah Milik Pemerintah
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Kencan singkat dengan Suzuki XL7 di GIIAS 2026
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Sabtu, gerai Samsat Keliling tersedia di delapan wilayah Detabek
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Nasib 950 Dapur MBG Terancam, Sudaryono Ungkap Biang Masalahnya
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ekonomi kemarin, Tol Prosiwangi hingga Telkom pangkas 34 entitas
• 8 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.