Lembaga Survei Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas tokoh politik. Survei menunjukkan Presiden Prabowo Subianto masih menjadi tokoh dengan elektabilitas tertinggi apabila pemilihan presiden digelar saat ini. Prabowo memperoleh dukungan sebesar 23,4 persen.
Prabowo unggul atas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang memperoleh elektabilitas 21,7 persen. Selisih keduanya hanya 1,7 persen.
Di posisi berikutnya terdapat Anies Baswedan dengan 11,5 persen. Kemudian Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,5 persen, Ganjar Pranowo 4,1 persen, dan Gibran Rakabuming Raka 3,9 persen.
Sementara itu, sejumlah tokoh lainnya memperoleh elektabilitas di bawah 3 persen. Di antaranya Sherly Tjoanda 2,1 persen, Mahfud MD 1,7 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 1,5 persen, Muhaimin Iskandar 1,2 persen, dan Zulkifli Hasan 1 persen.
Survei tersebut juga mencatat 17 persen responden belum menentukan pilihan atau memilih merahasiakan jawabannya.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan hasil tersebut diperoleh melalui simulasi top of mind. Dalam simulasi itu, responden tidak diberikan daftar nama dan bebas menyebutkan tokoh yang pertama kali terlintas dalam pikirannya.
“Dalam simulasi terbuka, di mana responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain,” kata Dedi.
Menurut Dedi, posisi Prabowo sebagai kepala negara masih memberikan pengaruh terhadap tingkat keteringatan masyarakat. Namun, kemunculan Dedi Mulyadi dengan selisih elektabilitas yang tipis menunjukkan adanya figur lain yang mulai mendapat perhatian publik.
Dia juga menilai 17 persen responden yang belum menentukan pilihan menunjukkan persaingan menuju Pilpres masih dinamis. Kelompok tersebut dinilai berpotensi mengubah konfigurasi elektoral apabila terjadi perubahan persepsi publik terhadap para tokoh.
“Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik, jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya,” ujar Dedi.
Metode Survei
Survei nasional IPO dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.
Sampel dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Responden merupakan masyarakat berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah dengan komposisi 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.
Pemilihan sampel dilakukan secara bertingkat mulai dari kelurahan atau desa, kemudian lima RT dipilih secara acak pada setiap kelurahan atau desa terpilih. Dari setiap RT dipilih dua keluarga atau rumah tangga, lalu satu responden dari setiap keluarga dipilih menggunakan lembar acak (random sheet).





