Partai Gerindra merespons hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang menempatkan mereka sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi jika pemilihan anggota DPR RI digelar saat ini. Gerindra meraih elektabilitas 17,5 persen.
Juru Bicara (Jubir) Partai Gerindra Bahtra Banong mengatakan pihaknya berterima kasih atas hasil survei tersebut. Namun, capaian itu tidak membuat Gerindra berpuas diri.
"Tentu kami berterima kasih atas hasil survey menempatkan gerindra mengungguli partai-partai lain, namun itu tidak membuat kami berpuas diri," kata Bahtra saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8).
Bahtra mengatakan Gerindra akan terus hadir di tengah masyarakat dan bekerja untuk kepentingan rakyat. Partai juga akan mengawal kebijakan serta program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
"Partai gerindra akan terus hadir ditengah-tengah masyarakat dan terus bekerja untuk rakyat serta mengawal kebijak-kebijakan program stategis pemirintahan prabowo agar kemanfaatannya bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.
Dalam survei IPO, Gerindra berada di posisi pertama dengan elektabilitas 17,5 persen. Posisi kedua ditempati PDIP dengan 12,8 persen, disusul Golkar 10,4 persen dan Demokrat 8,1 persen.
Selanjutnya, PKB memperoleh 7 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan NasDem 4,4 persen. Sejumlah partai lainnya memperoleh elektabilitas di bawah 2 persen.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan posisi Gerindra sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi tidak terlepas dari posisi partai tersebut sebagai pengusung Presiden Prabowo Subianto.
"Gerindra masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat, meskipun jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya terjadi penurunan, tetapi itu tetap menempatkan Gerindra sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi saat ini," kata Dedi.
Menurut Dedi, hasil survei tersebut menunjukkan adanya pergeseran preferensi pemilih dalam beberapa tahun terakhir. Gerindra dinilai mulai mengambil sebagian dukungan yang sebelumnya banyak mengarah ke PDIP.
"Tentu dimaklumi sebagai parpol penguasa, Gerindra cenderung mampu mengambil alih porsi pemilih yang sebelumnya dikuasai PDIP. Jika kebijakan Presiden ke depan kian diterima publik, bukan tidak mungkin elektabilitas Gerindra semakin kuat di posisi puncak," jelasnya.
Namun, peta elektabilitas partai politik masih dinamis. IPO mencatat sebanyak 24,6 persen responden belum menentukan pilihan atau memilih merahasiakan pilihannya.
Survei nasional IPO dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.
Sampel dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Responden merupakan masyarakat berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, dengan komposisi 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.





