Propam Diminta Turun jika Ada Dugaan Pelanggaran Etik dalam Kematian Mantan Istri Polisi

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III DPR RI, Lola Nelria Oktavia meminta agar aspek independensi dan transparansi benar-benar dijaga dalam pengusutan kasus kematian W (30), mantan istri anggota Polri di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Lola mendorong Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri turun tangan jika ditemukan adanya pelanggaran yang melibatkan anggota polisi.

"Apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya dugaan pelanggaran etik, obstruction of justice, konflik kepentingan, atau keterlibatan personel Polri, maka mekanisme pengawasan internal melalui Propam juga harus berjalan sesuai ketentuan," kata Lola saat dihubungi, Sabtu (8/8/2026).

Baca juga: Anggota DPR Minta Kematian Mantan Istri Polisi di Medan Diusut Tuntas, Jangan Berhenti Dugaan Awal

Menurutnya, Komisi III DPR RI tidak berada pada posisi untuk menentukan apakah ini bunuh diri atau pembunuhan.

Sebab, kewenangan tersebut merupakan ranah aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan pembuktian.

Namun, ia mengingatkan proses penegakan hukum harus berjalan profesional, objektif, dan transparan.

"Tetapi Komisi III berkepentingan memastikan prosesnya profesional, objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Baca juga: Komisi III DPR Akan Panggil Polda Sumut soal Kasus Tewasnya Mantan Istri Polisi di Medan

Politikus Partai Nasdem ini mendorong kebenaran harus ditemukan berdasarkan bukti, bukan berdasarkan asumsi.

Dia berpesan, jangan sampai keluarga tidak mendapat keadilan dari proses hukum yang berjalan.

"Jangan sampai keluarga merasa kehilangan anggota keluarganya untuk kedua kalinya karena tidak mendapatkan penjelasan yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi," ucap dia.

Baca juga: Diduga Meninggal Bunuh Diri Pakai Senpi, Keluarga Minta Ekshumasi Makam Mantan Istri Polisi

Diberitakan sebelumnya, W ditemukan meninggal dunia di rumah mantan suaminya bernama Brigadir I. Jenazahnya ditemukan di kamar mandi dengan peluru yang bersarang di kepala.

Sampai saat ini, kematian W disebut polisi karena dugaan bunuh diri menggunakan senjata api milik Brigadir I.

Petugas berwajib juga sudah melakukan autopsi di rumah sakit Bhayangkara Medan beberapa waktu lalu, namun hasilnya, tidak ada ditemukan dugaan penganiayaan.

Sementara itu, keluarga W melalui kuasa hukumnya bernama Paul Tambunan, secara resmi telah membuat laporan polisi di Polda Sumut, Kamis (6/8/2026) malam.

Mereka menempuh jalur hukum ini karena merasa ada kejanggalan di balik kematian W.

"Sekitar jam 19.00 WIB kita tiba di Polda. Selesainya itu jam 00.00 WIB. Yang sudah diambil klarifikasi itu bapaknya W selaku pelapor. Semalam memang pihak Polda mau ambil keterangan juga ke ibunya, tapi karena kondisi ibunya kena stroke, jadi minta waktu," kata Paul kepada Kompas.com, Jumat (7/8/2026).

Baca juga: Istri Polisi di Tegal Dilaporkan ke Polres, Diduga Aniaya Perempuan di Kos

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Paul menjelaskan bahwa laporan yang dibuat adalah dugaan tindak pidana pembunuhan. Laporan tersebut terbit dengan nomor STTLP/B/1286/VIII/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA.

"Untuk terlapornya dalam lidik. Kalau untuk kenapa bisa melapor begitu adalah karena kecurigaan pihak keluarga," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Juara Piala Presiden 2026 Dinilai Menambah Kepercayaan Diri Skuad Persebaya
• 50 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Pengelolaan Sampah Mandiri di Desa Tettekang: Langkah Strategis untuk Kebijakan Berkelanjutan
• 45 menit laluharianfajar
thumb
Bronto Skylift Dikerahkan Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
• 16 jam laludetik.com
thumb
Kapolri Siap Jembatani Aspirasi Buruh, Minta Jaga Keamanan dan Ketertiban
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Bek Timnas Singapura Bongkar Kunci Kalahkan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.