Senator PFM Desak BPK Segera Terbitkan Audit Kerugian Negara, Jangan Hambat Penetapan TSK Korupsi DPR PBD

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, SORONG - Anggota DPD RI daerah pemilihan Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar segera menerbitkan hasil audit kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa Tahun Anggaran 2024 di Sekretariat DPR Provinsi Papua Barat Daya.

Menurut Senator Paul Finsen Mayor, hasil audit tersebut merupakan dokumen penting yang dibutuhkan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat Daya untuk mempercepat proses hukum, terutama dalam menetapkan para tersangka.

BACA JUGA: Paul Finsen Mayor Matangkan Penganugerahan Rekor MURI Telur Paskah di Sorong

"Saya minta BPK segera mengeluarkan hasil audit kerugian negara. Penyidik harus berpegang pada hasil audit tersebut untuk menetapkan tersangka. Jangan sampai proses penegakan hukum menjadi terhambat hanya karena audit belum diterbitkan," tegas Paul Finsen Mayor, Sabtu (8/8/2026).

Dia juga mengingatkan agar BPK tidak memberikan ruang bagi munculnya spekulasi publik akibat lambannya penerbitan hasil audit.

BACA JUGA: Paul Finsen Mayor: Seharusnya Pendidikan Gratis, Daripada Makan Bergizi Gratis

"BPK jangan menunda-nunda. Kalau terkesan mengulur waktu, masyarakat bisa menduga-duga bahwa BPK masuk angin terhadap penuntasan kasus ini. Segera keluarkan hasil audit, karena yang digunakan dalam perkara ini adalah uang rakyat. Tidak boleh ada pejabat yang mencuri uang rakyat dan lolos dari proses hukum," katanya.

Desakan tersebut disampaikan menyusul langkah Penyidik Subdirektorat III Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Papua Barat Daya yang telah menggeledah 13 ruangan di Kantor Sekretariat DPR Provinsi Papua Barat Daya pada Kamis (30/7/2026) malam.

BACA JUGA: Tolak Program PSN Baru, Senator Paul Finsen Mayor Minta Presiden Tinjau Ulang

Penggeledahan yang berlangsung sekitar empat jam, mulai pukul 19.40 WIT hingga 23.50 WIT, dilakukan untuk mencari dan mengamankan dokumen yang berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa Tahun Anggaran 2024.

Sebanyak 13 ruangan diperiksa, mulai dari ruang Sekretaris Dewan, kepala bagian, kepala subbagian, ruang staf, hingga ruang pimpinan DPR Provinsi Papua Barat Daya.

Penyidik juga mengungkapkan bahwa nilai kerugian negara dalam perkara tersebut masih menggunakan estimasi awal sebesar Rp6,5 miliar, sambil menunggu hasil audit resmi dari BPK sebagai dasar perhitungan final kerugian negara.

Paul Finsen Mayor berharap BPK segera menuntaskan audit agar penyidik dapat melangkah ke tahap berikutnya dan menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

"Jangan biarkan kasus ini berlarut-larut. Masyarakat Papua Barat Daya menunggu kepastian hukum. Siapa pun yang terbukti merugikan keuangan negara harus diproses tanpa pandang bulu," pungkasnya.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Situasi Terkini! Titik Api Bromo Masih Terlihat, BNPB Kerahkan 2 Helikopter | KOMPAS SIANG
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Kebakaran Gedung Bapenda DKI Lahap Ruang Sistem Pengendali Lalin, Lampu Merah Diatur Manual Sementara
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Hashim Resmikan Markas Baru Laskar Prabowo 08 di Jakarta
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sayembara Dedi Mulyadi Tangkap Begal Rp50 Juta Disorot, Pakar: Kurang Tepat | ROSI
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Kebakaran Gedung Bapenda DKI Hentikan Aktivitas, Jalan Abdul Muis Masih Ditutup | KOMPAS SIANG
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.