Ingat Pesan Presiden, Instansi tak Buat Aplikasi Sendiri-Sendiri

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Ditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam meningatkan lima pesan Presiden RI soal transformasi digital pemerintah, yang harus menjadi rujukan bersama pusat dan daerah. Dia mengutip pernyataan RI 1 bahwa digitalisasi pemerintah sudah bukan pilihan, melainkan keharusan, sekaligus peringatan agar instansi tidak lagi membuat aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri tanpa saling terhubung.

"Presiden sudah tegas mengatakan, rakyat tidak boleh memasukkan data yang sama berkali-kali. Ini yang harus jadi pegangan kita di Dukcapil, baik di pusat maupun di daerah," kata Hani dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Baca Juga
  • DPR Ingatkan Digitalisasi Data Bansos Jadi Kebutuhan Mendesak
  • Digitalisasi Layanan Publik Mampu Persempit Celah Korupsi
  • Mampukah Digitalisasi Administrasi Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak?

Dia menjelaskan, pembagian kewenangan antara pusat dan daerah dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda) dan UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk). Menurut Hani, adminduk dan pencatatan sipil merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar, namun tetap wajib dijamin ketersediaannya oleh pemerintah daerah, dari provinsi hingga kabupaten/kota.

Soal kelembagaan, Hani memaparkan, data pengangkatan kepala dinas dan sekretaris Dinas Dukcapil sepanjang Januari 2025 hingga Juni 2026. Total ada 260 pejabat baru yang dilantik, terdiri 124 kepala dinas dan 136 sekretaris dinas di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Pergantian pejabat ini wajar terjadi, tapi yang perlu kita jaga adalah keberlanjutan kinerja. Jangan sampai setiap kali ganti pejabat, capaian yang sudah dibangun ikut turun," ujar Hani dalam rangkaian Rakornas Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I Tahun 2026 pada awal pekan ini.

Bagian yang cukup disorot Hani, adalah capaian Indeks Kualitas Layanan (IKL) Dukcapil. Pada 2025, dari target 150 daerah berkategori minimal "Sangat Baik", realisasinya justru melampaui target dengan 167 daerah.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2 Mantan Pemain Timnas Indonesia Turun Gunung, Soekarno Cup 2026 Jadi Wadah Pencarian Bakat di Daerah
• 2 jam lalubola.com
thumb
Antisipasi Karhutla, Polda Sumsel Pantau Lahan Gambut Gunakan Drone
• 6 jam laludetik.com
thumb
PT Timah Respons Aksi Masyarakat di Belitung Timur: Jaga Kondusifitas
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Sabtu 8 Agustus 2026: Cerah Berawan Dominasi, Suhu Capai 35 Derajat Celsius
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Trofi Piala AFF 2026 Tetap Mejeng di GIIAS 2026 meski Laju Timnas Indonesia Terhenti
• 11 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.