Kematian Sutrimo Masih Diselidiki, Dokter yang Pertama Menangani Akan Dipanggil

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya akan memanggil dokter Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring yang pertama kali menangani Sutrimo sebelum pria tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pemanggilan dokter tersebut sebelumnya sudah dijadwalkan. Namun, dokter yang bersangkutan meminta penjadwalan ulang.

"Kita juga melihat beberapa update yang kita sampaikan minggu depan. Kita masih akan melakukan pemanggilan terhadap dokter Rumah Sakit Muhammadiyah yang menangani pertama pada saat pasien datang ke rumah sakit," ujar Budi di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Baca juga: Sembilan Hari Berlalu, Misteri Kematian Sutrimo Tak Kunjung Terungkap

Pemanggilan itu dilakukan untuk mendalami laporan mengenai kematian Sutrimo yang dinilai tidak wajar oleh sejumlah masyarakat.

Polisi juga telah menerima informasi mengenai laporan dari pelapor maupun masyarakat kepada Bareskrim Polri terkait kematian Sutrimo.

Dalam laporan tersebut, masyarakat mendorong kepolisian melakukan pembongkaran kembali makam atau ekshumasi untuk mengetahui penyebab kematian Sutrimo.

"Nanti kami akan menyampaikan secara bertahap terkait tentang laporan tersebut," kata Budi.

Sebelumnya, kematian Sutrimo masih menjadi misteri. Ia ditemukan meninggal dunia di halaman Modernt Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri rekaman CCTV untuk mengetahui rangkaian peristiwa sebelum Sutrimo ditemukan meninggal.

Baca juga: Polisi Cek CCTV, Selidiki 4 Orang yang Antar Jasad Sutrimo ke Rumah Sakit

Penyidik juga menelusuri empat orang yang mengantar Sutrimo ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring.

Hingga kini, polisi masih mendalami apakah Sutrimo meninggal secara wajar atau menjadi korban tindak pidana.

Sementara itu, pihak Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Sutrimo saat dibawa ke rumah sakit.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sutrimo juga tidak menjalani autopsi. Jenazahnya kemudian dibawa ke kampung halamannya di Banyumas, Jawa Tengah.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wartawan dan media sosial, Sutrimo disebut merupakan kepala rumah tangga (karumga) di rumah dinas eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming SEA V Cup 2026, Sabtu 8 Agustus: Ujian Timnas Voli Putri Indonesia Untuk Lanjutkan Kemenangan
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Contoh Susunan Upacara HUT RI 2026 untuk di Sekolah hingga Kantor
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
[LIVE] Pascakebakaran, Gedung Bapenda DKI Menghitam dan Api Masih Dipadamkan | KOMPAS PAGI
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Surabaya Kirim 9 Atlet Wakili Kontingen Jatim di Semifinal dan Final Kejurnas IMC 2026
• 4 jam laluberitajatim.com
thumb
"Trio" produk teknologi dorong pertumbuhan ekspor China
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.