Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor Malang, Jawa Timur, menyatakan situasi di Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, kondusif setelah tidak ditemukan titik api maupun asap di kawasan Gunung Bromo.
"Untuk wilayah Jemplang di Kabupaten Malang saat ini sudah kondusif, tidak terlihat titik api maupun asap," kata Kepala Seksi Humas Polres Malang AKP M. Budiono di Kabupaten Malang, Sabtu.
Berdasarkan pemantauan petugas gabungan di lapangan, luas area di Jemplang yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar empat hektare.
Sementara itu, total luas lahan di kawasan Gunung Bromo yang terdampak kebakaran hingga kini mencapai 176 hektare, mulai dari area Bantengan hingga Jantur.
Meski kondisi telah kondusif, petugas gabungan masih bersiaga di lapangan untuk melakukan pemantauan berkala dan mengantisipasi munculnya titik api baru.
Baca juga: Balai Besar TNBTS duga kebakaran di Bromo karena aktivitas manusia
Antisipasi dilakukan karena hembusan angin dan vegetasi kering masih berpotensi memicu kembali kebakaran di kawasan tersebut.
"Personel masih kami siagakan di kawasan Blok Savana," ujar Budiono.
Pemantauan dilakukan secara langsung di lapangan dan melalui Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi).
Sistem tersebut menyediakan peta sebaran titik panas atau hotspot yang diperbarui secara waktu nyata untuk membantu petugas memantau perkembangan kebakaran.
Baca juga: TNBTS: "Drone water spray" dimaksimalkan tangani kebakaran di Bromo
Budiono mengatakan hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat tiga lokasi berwarna kuning yang masuk kategori sedang dan berada di wilayah Kabupaten Lumajang.
"Kepulan asap yang masih terlihat berada di wilayah Kabupaten Lumajang, sehingga petugas terus berkoordinasi dan mengantisipasi apabila terjadi pergerakan api," katanya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyatakan kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo mulai menjalar ke wilayah Kabupaten Malang, tepatnya di Jemplang dari tugu perbatasan Malang-Lumajang, Rabu (5/8).
Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut terjadi sejak Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB, tepatnya di Blok Bantengan.
Baca juga: Khofifah: BNPB kirim satu helikopter "water bombing" tambahan ke Bromo
"Untuk wilayah Jemplang di Kabupaten Malang saat ini sudah kondusif, tidak terlihat titik api maupun asap," kata Kepala Seksi Humas Polres Malang AKP M. Budiono di Kabupaten Malang, Sabtu.
Berdasarkan pemantauan petugas gabungan di lapangan, luas area di Jemplang yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar empat hektare.
Sementara itu, total luas lahan di kawasan Gunung Bromo yang terdampak kebakaran hingga kini mencapai 176 hektare, mulai dari area Bantengan hingga Jantur.
Meski kondisi telah kondusif, petugas gabungan masih bersiaga di lapangan untuk melakukan pemantauan berkala dan mengantisipasi munculnya titik api baru.
Baca juga: Balai Besar TNBTS duga kebakaran di Bromo karena aktivitas manusia
Antisipasi dilakukan karena hembusan angin dan vegetasi kering masih berpotensi memicu kembali kebakaran di kawasan tersebut.
"Personel masih kami siagakan di kawasan Blok Savana," ujar Budiono.
Pemantauan dilakukan secara langsung di lapangan dan melalui Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi).
Sistem tersebut menyediakan peta sebaran titik panas atau hotspot yang diperbarui secara waktu nyata untuk membantu petugas memantau perkembangan kebakaran.
Baca juga: TNBTS: "Drone water spray" dimaksimalkan tangani kebakaran di Bromo
Budiono mengatakan hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat tiga lokasi berwarna kuning yang masuk kategori sedang dan berada di wilayah Kabupaten Lumajang.
"Kepulan asap yang masih terlihat berada di wilayah Kabupaten Lumajang, sehingga petugas terus berkoordinasi dan mengantisipasi apabila terjadi pergerakan api," katanya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyatakan kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo mulai menjalar ke wilayah Kabupaten Malang, tepatnya di Jemplang dari tugu perbatasan Malang-Lumajang, Rabu (5/8).
Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut terjadi sejak Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB, tepatnya di Blok Bantengan.
Baca juga: Khofifah: BNPB kirim satu helikopter "water bombing" tambahan ke Bromo





