HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan pentingnya menghadirkan kesempatan kerja yang inklusif dan setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Hal itu disampaikan Aliyah saat menghadiri kegiatan Layanan Kewirausahaan, Sosialisasi Penempatan Disabilitas, dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) yang diselenggarakan Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari Kementerian Ketenagakerjaan RI di Aula Balai Sentra Wirajaya Kementerian Sosial RI, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Sukro Muhab, dan diikuti sekitar 208 peserta yang terdiri atas penyandang disabilitas, pelaku Tenaga Kerja Mandiri (TKM), dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan bidang ketenagakerjaan.
Aliyah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI, khususnya BPKK Kendari, yang telah memilih Kota Makassar sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pemberdayaan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu yang hadir. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya BPKK Kendari, karena telah menghadirkan program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama sahabat-sahabat penyandang disabilitas di Kota Makassar,” ujar Aliyah Mustika Ilham.
Menurutnya, program tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang setara kepada masyarakat untuk memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha secara mandiri.
Aliyah menegaskan, penyandang disabilitas memiliki potensi, kemampuan, dan semangat yang sama untuk berkembang apabila diberikan ruang serta kesempatan yang adil.
“Sesungguhnya penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama seperti kita semua. Yang membedakan hanya kondisi fisik, tetapi semangat, kemampuan, dan tekad mereka tidak kalah dengan siapa pun,” katanya.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kompetensi angkatan kerja, menekan angka pengangguran, serta mendorong tumbuhnya pelaku usaha mikro yang tangguh.
Aliyah juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut secara maksimal untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan usaha secara mandiri.
“Saya berharap seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan serius, menambah ilmu, memperluas jaringan, serta meningkatkan kapasitas usaha. Jadikan kesempatan ini sebagai langkah awal membangun usaha yang berkelanjutan,” pesannya.
Aliyah turut mengungkapkan pengalamannya saat masih menjabat sebagai Anggota DPR RI Komisi IX periode 2014-2024 yang bermitra dengan Kementerian Ketenagakerjaan.
Menurutnya, program Tenaga Kerja Mandiri memiliki dampak besar apabila dimanfaatkan secara bertanggung jawab karena tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka peluang pendampingan dan pengembangan usaha lanjutan.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Program ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi memiliki tahapan lanjutan berupa pendampingan bahkan penguatan modal usaha bagi peserta yang menunjukkan perkembangan usahanya,” tutupnya.
Turut mendampingi Wakil Wali Kota Makassar, Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, Zainal Ibrahim.
Hadir pula Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Khusus, Kepala BPVP Makassar, Kepala BPKK Kendari, Kepala BPVP Kendari, Kepala Balai K3 Makassar, Kepala BPVP Pangkep, Kepala BPVP Bantaeng, serta Kepala Balai Sentra Wirajaya Kementerian Sosial RI.





