PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan sudah mengajukan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang berakhir pada tahun 2041, agar dapat melanjutkan eksplorasi dan operasional pertambangan bawah tanah.
Presiden DIrektur PTFI, Tony Wenas, mengatakan pengajuan perpanjangan izin dilakukan secara bertahap sejak pertengahan Juni 2026, karena pemerintah harus mengkaji kelengkapan dokumennya.
Salah satunya terkait divestasi kepemilikan saham PTFI oleh induk perusahaan, Freeport McMoran (FCX), untuk negara. Saat ini, FCX mengempit saham sebesar 48,76 persen di PTFI.
"Menurut peraturannya, salah satu persyaratan diterbitkannya IUPK itu sudah ditandatangani perjanjian soal divestasi tambahan, pada saat diterbitkan, jadi itu menjadi salah satu prasyarat," ujarnya saat ditemui di Peluncuran dan Bedah Buku Bahlil Lahadalia, dikutip Sabtu (8/8).
Pada Februari 2026, FCX dan PTFI menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan pemerintah Indonesia untuk perpanjangan hak operasional di distrik mineral Grasberg setelah tahun 2041. Berdasarkan ketentuan MOU, kepemilikan saham FCX di PTFI akan berkurang menjadi 37 persen mulai tahun 2042.
Tony berharap perpanjangan IUPK dapat segera disetujui, meskipun enggan menyebutkan apakah dapat rampung pada tahun ini. Sebab, perusahaan sudah memiliki rencana jangka panjang terkait pengelolaan tambang bawah tanah.
"Lebih cepat lebih bagus, karena pengembangan tambang bawah tanah itu perlu waktu yang lama, 15 tahun lebih. Jadi supaya tidak terjadi deplesi di mendekati 2041, sebaiknya memang lebih cepat lebih bagus," tuturnya.
Saat ini, PTFI mengoperasikan tiga tambang bawah tanah skala besar di distrik mineral Grasberg, yakni Grasberg Block Cave, Deep Mill Level Zone (DMLZ), dan Big Gossan. Pada tingkat operasi normal, operasi bawah tanah PTFI menghasilkan sekitar 1,7 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas per tahun.
Rencana Tambang Kucing LiarSejak tahun 2022, PTFI telah melakukan kegiatan pengembangan tambang jangka panjang di deposit Kucing Liar di distrik mineral Grasberg. Rencana tambang jangka panjang PTFI mencakup peningkatan produksi Kucing Liar, yang dimulai pada tahun 2030, hingga kapasitas desain sekitar 130.000 metrik ton bijih per hari.
Tony menyebutkan tambang Kucing Liar masih dalam proses pengembangan bawah tanah, seperti pembukaan akses, dan rencananya akan mulai ditambang pada tahun 2029.
"Sekarang kita kan mulai menambang Kucing Liar, nanti kira-kira tahun 2029. Sekarang development," ungkap Tony.
Produksi tahunan rata-rata Kucing Liar pada tingkat penuh akan mencapai sekitar 750 juta pon tembaga dan 735 ribu ons emas dan akan memungkinkan keberlanjutan produksi skala besar di distrik mineral Grasberg.
Hingga 30 Juni 2026, PTFI telah mengeluarkan sekitar USD 1,4 miliar untuk pengembangan Kucing Liar, dan investasi modal diperkirakan akan mencapai tambahan sekitar USD 4 miliar hingga tahun 2033, rata-rata sekitar USD 0,5 miliar per tahun.





