JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menegaskan bahwa ASEAN harus terus memastikan bahwa kerja sama kawasan yang dibangun dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakatnya. Hal ini disampaikan Menlu saat menghadiri peringatan ke-59 Hari ASEAN yang diselenggarakan di Markas Besar ASEAN, Sabtu (8/8/2026).
“Keberhasilan ASEAN akan diukur dari kemampuannya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, memperoleh pekerjaan yang layak, hidup dengan aman, serta menatap masa depan dengan penuh keyakinan," kata Sugiono.
Untuk itu, kata dia, ASEAN perlu terus memperkuat kapasitasnya dalam melindungi masyarakat dari dampak berbagai dinamika dan krisis global. Upaya tersebut, antara lain, mencakup penguatan ketahanan pangan dan energi, pelindungan warga negara ketika krisis terjadi, serta penyiapan generasi muda melalui pendidikan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk memimpin ASEAN pada masa mendatang.
Dengan demikian, Sugiono memandang bahwa hal ini juga menegaskan bahwa ASEAN tidak boleh menjadi arena rivalitas antar kekuatan besar ataupun memihak salah satunya. ASEAN harus selalu berpihak pada masyarakatnya demi kesejahteraan, keamanan, dan masa depan mereka.
Sugiono selanjutnya menegaskan bahwa ASEAN memiliki modalitas penting dalam menavigasi situasi dunia yang semakin kompleks. Sejak didirikan pada tahun 1967, ASEAN telah mampu menghadapi berbagai persaingan dan krisis di kawasan tanpa lepas dari prinsip utamanya, yaitu memajukan persatuan, perdamaian, dan dialog.
Hampir enam dekade kemudian, arsitektur kawasan yang dibangun ASEAN tidak hanya berdiri tetapi juga terus berkembang dan beradaptasi. Dalam proses tersebut, tuturnya, sentralitas ASEAN semakin memperoleh kepercayaan sebagai jangkar dalam mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan.




