Pimpinan MPR RI melakukan ziarah ke makam Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta atau Bung Hatta. Ziarah ini dilakukan menjelang Sidang Tahunan MPR RI dan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ziarah ini menjadi momentum untuk mengenang jasa, keteladanan, dan pemikiran Bung Hatta sekaligus meneguhkan kembali semangat kebangsaan serta cita-cita kemerdekaan yang diperjuangkan para pendiri bangsa.
Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani hadir bersama Wakil Ketua MPR RI Dr. Lestari Moerdijat, Hidayat Nur Wahid, dan Rusdi Kirana dalam ziarah tersebut. Turut serta Sekretaris Fraksi Partai Demokrat di MPR RI H. Anton Sukartono Suratto.
Hadir juga Ketua Fraksi PKB di MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz , serta Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, beserta jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI.
Kedatangan rombongan Pimpinan MPR RI disambut langsung oleh tiga putri Bung Hatta, yakni Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi'ah Hatta, dan Halida Nuriah Hatta.
Ahmad Muzani mengatakan, ziarah ke makam Bung Hatta merupakan bagian dari rangkaian kegiatan MPR RI dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak cukup hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi harus menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pendiri bangsa sekaligus meneruskan nilai-nilai yang mereka wariskan.
"Peringatan 81 tahun kemerdekaan adalah momentum bagi kita untuk kembali mengingat jasa dan perjuangan para pendiri bangsa. Bung Hatta bersama Bung Karno telah meletakkan fondasi penting bagi berdirinya Republik Indonesia. Tugas kita sekarang adalah menjaga kemerdekaan itu dengan mengisi pembangunan, memperkuat persatuan, serta memastikan cita-cita Proklamasi terus diwujudkan," ujar Muzani dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, Bung Hatta bersama Bung Karno merupakan Dwi Tunggal yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan kemudian berjuang mempertahankan serta memperjuangkan pengakuan kedaulatan Republik Indonesia di dunia internasional.
"Bung Hatta bersama Bung Karno merupakan Dwi Tunggal yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia sekaligus memperjuangkan pengakuan kedaulatan Republik Indonesia. Bung Hatta juga meletakkan dasar pemikiran ekonomi kerakyatan yang berpijak pada semangat kekeluargaan sebagaimana tercermin dalam Pasal 33 dan Pasal 34 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945," katanya.
Muzani menambahkan, salah satu tonggak penting perjuangan Bung Hatta adalah ketika memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag pada 1949 yang kemudian menghasilkan pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Belanda.
"Memang jasad beliau telah tiada, tetapi pemikiran, keteladanan, dan pengabdian Bung Hatta tetap hidup. Bahkan semakin penting untuk terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan panjang yang harus kita jaga bersama," tegasnya.
Muzani menilai, semangat yang diwariskan Bung Hatta sangat relevan dalam perjalanan Indonesia memasuki usia 81 tahun kemerdekaan. Persatuan, kedaulatan, demokrasi, keadilan sosial, dan ekonomi yang berpihak kepada rakyat merupakan bagian dari cita-cita kemerdekaan yang harus terus diperjuangkan.
"Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi. Apa yang sudah kita capai dan apa yang masih harus kita perjuangkan. Semangat Bung Hatta mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan harus memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.
Ia menegaskan, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI yang akan digelar pada 14 Agustus 2026. Sidang Tahunan menjadi momentum konstitusional bagi lembaga-lembaga negara untuk menyampaikan laporan pelaksanaan tugas sekaligus merefleksikan perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Sidang Tahunan MPR RI merupakan bagian dari rangkaian kehidupan ketatanegaraan kita. Karena itu, menjelang Sidang Tahunan dan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan, kita ingin meneguhkan kembali komitmen bahwa seluruh penyelenggara negara harus bekerja untuk mewujudkan cita-cita Proklamasi dan amanat konstitusi," kata Muzani.
Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya Pimpinan MPR RI telah melakukan ziarah ke makam Proklamator Ir. Soekarno di Blitar, Jawa Timur, pada Selasa (4/8/2026).
Ziarah ke makam Bung Karno dan Bung Hatta menjadi bagian dari rangkaian penghormatan MPR RI kepada dua Proklamator sekaligus upaya menghidupkan kembali keteladanan para pendiri bangsa dalam kehidupan bernegara.
"Mudah-mudahan ziarah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kemerdekaan tidak datang dengan sendirinya. Ada pengorbanan, pemikiran, perjuangan, dan keteladanan para pendiri bangsa. Semangat itulah yang harus kita lanjutkan dalam mengisi kemerdekaan menuju Indonesia yang semakin maju, adil, sejahtera, dan berdaulat," tuturnya.
Sementara itu, putri sulung Bung Hatta, Meutia Farida Hatta, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Pimpinan MPR RI beserta rombongan. Menurutnya, kunjungan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut memberikan kesan mendalam bagi keluarga Bung Hatta.
"Kami bertiga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, juga atas nama anak-cucu Bapak Mohammad Hatta dan Ibu Rahmi Hatta. Ini merupakan kali pertama menjelang 17 Agustus kami menerima kunjungan seluruh pimpinan MPR RI beserta rombongan untuk berziarah ke makam Bapak," ujarnya.
Meutia menuturkan, selama ini keluarga biasanya menerima kunjungan para pejabat negara secara terpisah. Karena itu, kehadiran seluruh jajaran Pimpinan MPR RI dan keluarga besar MPR RI dalam satu kesempatan memberikan makna kebersamaan yang sangat mendalam.
"Biasanya kami menjadi tuan rumah bagi kunjungan para menteri secara bergantian. Hari ini Bapak-Bapak pimpinan beserta keluarga besar MPR RI hadir bersama-sama. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Meutia juga mengenang dedikasi Bung Hatta sebagai Proklamator Kemerdekaan, Bapak Koperasi Indonesia, penggagas pembangunan perumahan rakyat, serta Ketua Umum pertama Palang Merah Indonesia (PMI).
Sebagai penutup rangkaian ziarah, Pimpinan MPR RI bersama ketiga putri Bung Hatta turut melukis pada kanvas bergambar Bung Karno dan Bung Hatta. Lukisan tersebut merupakan audio painting pertama di Indonesia karya Ir. Harry Aprianto Kissowo yang telah memperoleh penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Ziarah tersebut menjadi simbol bahwa memasuki 81 tahun kemerdekaan, bangsa Indonesia tidak hanya mengenang sejarah perjuangan para Proklamator, tetapi juga meneguhkan tekad untuk meneruskan cita-cita kemerdekaan melalui kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
(anl/ega)





