Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mengungkap pendampingan dalam bentuk program akselerasi penting bagi pelaku industri gim agar usaha yang telah ada namun belum memiliki penunjang yang kuat dapat bertahan dan berkelanjutan.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan program akselerasi penting untuk menyasar pelaku industri dengan kriteria tersebut atau dikategorikan berdaya oleh kementeriannya agar tidak sampai kembali ke titik seperti perusahaan rintisan.
"Untuk kelas berdaya sebelum menjadi mandiri kalau tidak diintervensi dia akan turun ke rintisan dan mungkin gulung tikar. Nah yang berdaya yang sudah berdarah-darah, bertahun-tahun begitu. Itu yang sebetulnya perlu sentuhan program akselerasi," kata Riefky dalam diskusi di acara Hari Games Indonesia (HARGAI) 2026 yang berlangsung di Garuda Sparks Innovation Hub, Jakarta Pusat, Sabtu.
Riefky mencontohkan salah satu bentuk akselerasi bagi pelaku industri gim di kategori berdaya ini ialah dengan mendorong mereka memamerkan karyanya di ajang-ajang industri gim internasional sehingga membuka akses kepada investor global.
Salah satu bentuk nyatanya seperti yang telah dilakukan Kementerian Ekraf bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta Asosiasi Game Indonesia (AGI) pada 2025 dengan memboyong beberapa pelaku industri gim lokal untuk menampilkan karyanya dalam ajang Gamescom di Cologne, Jerman.
Baca juga: Pemerintah berhati-hati dalam merevisi peraturan tentang industri gim
Baca juga: Kemenekraf libatkan pemerintah daerah dalam pengembangan ekosistem gim
Gamescom sendiri dikenal sebagai acara rutin tahunan yang mempertemukan pelaku industri gim mancanegara baik untuk berjejaring bahkan melakukan kerja sama lebih lanjut antarpelaku industri.
Tentunya akselerasi kepada pelaku industri gim itu dilakukan tidak sembarangan dan membutuhkan evaluasi yang ketat sehingga dukungan yang diberikan dapat efisien.
"Dengan cara apa akselerasi itu? Itu dilakukan dengan mengkurasi. Siapa yang mengkurasi? Kementerian, pemerintah, kita tidak bisa sok pintar. Maka kita kurasi dengan asosiasi. Kita kurasi mana yang berdaya kita mau dorong untuk naik kelas ke kelas mandiri (bisnis bermodal besar)," kata Riefky.
Agar ke depannya program-program pemerintah bisa efektif diberikan kepada pelaku industri gim sesuai kondisinya, maka Riefky berkomitmen untuk menjaga komunikasi serta relasi yang erat dengan asosiasi dari pelaku industri gim.
Pentingnya melibatkan asosiasi menurut Riefky adalah karena sebagai medium yang mewadahi para pelaku industri, asosiasi tentu lebih memahami bisnis-bisnis mana saja yang membutuhkan akselerasi.
"Perlu tentu penguatan terus, hubungan baik dengan asosiasi ini penting. Karena biar bagaimanapun yang lebih memahami kebutuhan ekosistemnya termasuk mana yang kelas rintisan, berdaya, dan mandiri itu mereka lebih tahu," Riefky menutup pernyataannya.
Baca juga: Kemenekraf-Kedubes AS tingkatkan kolaborasi dalam industri gim
Baca juga: Kemenekraf: Pemahaman nilai IP bisa menambah daya saing konten lokal
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan program akselerasi penting untuk menyasar pelaku industri dengan kriteria tersebut atau dikategorikan berdaya oleh kementeriannya agar tidak sampai kembali ke titik seperti perusahaan rintisan.
"Untuk kelas berdaya sebelum menjadi mandiri kalau tidak diintervensi dia akan turun ke rintisan dan mungkin gulung tikar. Nah yang berdaya yang sudah berdarah-darah, bertahun-tahun begitu. Itu yang sebetulnya perlu sentuhan program akselerasi," kata Riefky dalam diskusi di acara Hari Games Indonesia (HARGAI) 2026 yang berlangsung di Garuda Sparks Innovation Hub, Jakarta Pusat, Sabtu.
Riefky mencontohkan salah satu bentuk akselerasi bagi pelaku industri gim di kategori berdaya ini ialah dengan mendorong mereka memamerkan karyanya di ajang-ajang industri gim internasional sehingga membuka akses kepada investor global.
Salah satu bentuk nyatanya seperti yang telah dilakukan Kementerian Ekraf bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta Asosiasi Game Indonesia (AGI) pada 2025 dengan memboyong beberapa pelaku industri gim lokal untuk menampilkan karyanya dalam ajang Gamescom di Cologne, Jerman.
Baca juga: Pemerintah berhati-hati dalam merevisi peraturan tentang industri gim
Baca juga: Kemenekraf libatkan pemerintah daerah dalam pengembangan ekosistem gim
Gamescom sendiri dikenal sebagai acara rutin tahunan yang mempertemukan pelaku industri gim mancanegara baik untuk berjejaring bahkan melakukan kerja sama lebih lanjut antarpelaku industri.
Tentunya akselerasi kepada pelaku industri gim itu dilakukan tidak sembarangan dan membutuhkan evaluasi yang ketat sehingga dukungan yang diberikan dapat efisien.
"Dengan cara apa akselerasi itu? Itu dilakukan dengan mengkurasi. Siapa yang mengkurasi? Kementerian, pemerintah, kita tidak bisa sok pintar. Maka kita kurasi dengan asosiasi. Kita kurasi mana yang berdaya kita mau dorong untuk naik kelas ke kelas mandiri (bisnis bermodal besar)," kata Riefky.
Agar ke depannya program-program pemerintah bisa efektif diberikan kepada pelaku industri gim sesuai kondisinya, maka Riefky berkomitmen untuk menjaga komunikasi serta relasi yang erat dengan asosiasi dari pelaku industri gim.
Pentingnya melibatkan asosiasi menurut Riefky adalah karena sebagai medium yang mewadahi para pelaku industri, asosiasi tentu lebih memahami bisnis-bisnis mana saja yang membutuhkan akselerasi.
"Perlu tentu penguatan terus, hubungan baik dengan asosiasi ini penting. Karena biar bagaimanapun yang lebih memahami kebutuhan ekosistemnya termasuk mana yang kelas rintisan, berdaya, dan mandiri itu mereka lebih tahu," Riefky menutup pernyataannya.
Baca juga: Kemenekraf-Kedubes AS tingkatkan kolaborasi dalam industri gim
Baca juga: Kemenekraf: Pemahaman nilai IP bisa menambah daya saing konten lokal





