VIVA - Max Verstappen mulai membuka gambaran mengenai rencana jangka panjangnya di dunia balap setelah tidak lagi aktif sebagai pembalap Formula 1.
Pembalap asal Belanda itu saat ini masih menjadi salah satu bintang utama F1 bersama Red Bull Racing. Namun, di tengah perjalanan kariernya, Verstappen juga mulai serius mengembangkan tim balap miliknya, Verstappen Racing.
Verstappen Racing dibentuk pada 2022 dan sejauh ini lebih banyak diarahkan ke ajang GT3 serta balap ketahanan.
Salah satu kiprah terbesar tim tersebut terjadi pada 24 Hours of Nurburgring pada Mei lalu. Verstappen turun langsung bersama Dani Juncadella, Jules Gounon, dan Lucas Auer.
Mereka sempat memimpin sebagian besar jalannya balapan sebelum masalah driveshaft membuat peluang meraih kemenangan sirna ketika lomba menyisakan sekitar empat jam.
Meski demikian, pengalaman tersebut semakin mempertegas ambisi Verstappen untuk membawa Verstappen Racing berkembang menjadi tim kompetitif dalam berbagai kategori balap.
Verstappen bahkan menargetkan timnya mampu bersaing memperebutkan kemenangan secara konsisten dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.
"Verstappen Racing tidak akan ikut balapan hanya karena kami senang melakukannya. Kami ingin berada di posisi terdepan, memenangkan balapan, dan setidaknya secara konsisten bersaing di barisan depan. Tidak lebih, tidak kurang.
"Memperluas tim balap ini tentu menjadi tujuan. Secara khusus ke balap ketahanan, bukan ke Formula 1 atau yang lainnya," lanjut Verstappen seperti dikutip Formule 1 Magazine.
Verstappen Tegaskan Tak Tertarik Masuk F1
Meski memiliki nama besar dan pengalaman panjang di Formula 1, Verstappen ternyata tidak memiliki rencana membawa Verstappen Racing ke grid F1.
Pembalap berusia 28 tahun itu menilai masuk ke Formula 1 akan membutuhkan komitmen yang sangat besar. Bahkan, kesibukan tersebut berpotensi membuatnya kembali menjalani kalender balap yang padat seperti saat masih menjadi pembalap aktif.
"Tidak... itu terlalu berat," kata Verstappen.
"Kalau begitu, saya masih harus bepergian untuk 24 balapan dalam setahun atau sangat sibuk dengan tim balap saya sendiri."
Verstappen memahami bahwa secara teori dirinya bisa saja menunjuk orang lain untuk menjalankan operasional tim apabila Verstappen Racing suatu hari masuk F1.





