Liputan6.com, Jakarta - Sebuah kamar kos di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, disulap menjadi tempat produksi vape yang diduga mengandung narkotika jenis etomidate. Dari lokasi tersebut, polisi menyita 176 cartridge yang diduga berisi etomidate, serta bahan baku dan peralatan yang digunakan untuk meraciknya.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan, penggerebekan tersebut bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan produksi narkotika dalam bentuk vape di wilayah Jakarta Selatan.
Advertisement
Menindaklanjuti informasi itu, tim melakukan penyelidikan di sekitar kawasan Kemang. Polisi kemudian berkoordinasi dengan tim analis untuk melakukan profiling terhadap kamar kos yang dicurigai sebagai tempat produksi vape etomidate.
“Kami mendapat informasi dari masyarakat adanya pembuatan narkotika dalam bentuk vape yang diduga berisikan cairan narkotika di daerah Jakarta Selatan,” demikian keterangan Eko dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/8/2026) malam.
Eko menjelaskan, pihaknya melakukan pengecekan terhadap security kos sekitar pukul 01.30 WIB. Kepada polisi, security, mengaku melihat seseorang menerima paket berukuran besar. Saat dilakukan pemeriksaan, aktivitas dari kamar tersebut juga menimbulkan kecurigaan.
Terdengar suara seperti botol kaca terbentur dan tercium bau yang tidak biasa dari sekitar kamar lantai 2 nomor 14.
“Security melihat ada orang yang menerima paket bok besar sebelumnya. Saat dilakukan pemeriksaan, terdengar seperti suara botol kaca yang terbentur serta bau yang tidak biasa di sekitar kamar,” ungkap Eko.
Tim bergerak ke rumah kos di Jalan Kemang Timur, Kelurahan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan pada Rabu, 5 Agustus sekitar pukul 03.30 WIB.
Pihaknya masuk ke kamar 14 lantai 2 sekitar pukul 04.00 WIB. Di dalamnya, didapati Fajar Safarudin alias Ajay sedang melakukan produksi vape yang diduga berisi etomidate.
“Tim melaksanakan RPE pada kamar lantai 2 nomor sehingga menemukan terduga pelaku Fajar Safarudin alias Ajay sedang melakukan produksi vape diduga etomidate,” ujar Eko.
Dari kamar itu, disita 50 gram serbuk putih yang diduga bahan baku. Kemudian satu gelas kaca berukuran 2.000 mililiter dan empat botol kaca berisi cairan diduga etomidate.




