Kung Fu Soccer Bukan Shaolin Soccer 2, Stephen Chow Ungkap Perbedaan Ceritanya

tabloidbintang.com
11 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Dua puluh lima tahun setelah Shaolin Soccer menjadi salah satu film paling ikonik dalam kariernya, Stephen Chow kembali menghadirkan cerita sepak bola yang dibalut kung fu melalui Kung Fu Soccer.

Meski memiliki premis yang sama-sama menggabungkan olahraga dan bela diri, Stephen Chow menegaskan bahwa kedua film tersebut memiliki pesan yang berbeda.

Perubahan itu disebutnya sebagai gambaran perjalanan hidup sekaligus perkembangan cara pandangnya dalam membuat film.

Hal tersebut diungkapkan Stephen Chow ketika berbincang dalam siaran langsung bersama content creator Dong Yuhui.

Shaolin Soccer Bicara Perjuangan Hidup

Stephen Chow menjelaskan, Shaolin Soccer lahir ketika Hong Kong sedang menghadapi kondisi ekonomi yang sulit. Situasi tersebut kemudian memengaruhi cerita film yang menampilkan perjuangan kelompok pria dari kalangan bawah.

Para karakter dalam Shaolin Soccer berusaha keluar dari kesulitan hidup sekaligus menghadapi ketidakadilan. Sepak bola menjadi jalan bagi mereka untuk membuktikan kemampuan dan harga diri.

Berbeda dari film tersebut, Kung Fu Soccer tidak lagi menjadikan persoalan ekonomi sebagai konflik utama.

Kung Gu Soccer tayang di bioskop Indonesia 12 Agustus 2026

Kung Fu Soccer Angkat Isu Perempuan

Dalam film terbarunya, Stephen Chow memilih cerita yang lebih menyoroti solidaritas perempuan. Konflik yang dihadirkan berkaitan dengan stereotip gender, diskriminasi usia, hingga tekanan mental yang muncul di lingkungan pekerjaan.

“Konflik yang diangkat tidak lagi seputar bertahan hidup di tengah kemiskinan, melainkan perlawanan terhadap stereotip gender, diskriminasi usia, serta tekanan mental di lingkungan kerja,” kata Stephen Chow.

Chow juga menjelaskan bahwa Kung Fu Soccer tidak semata-mata berfokus pada hasil pertandingan. Perjalanan para karakter untuk menerima diri sendiri justru menjadi bagian penting dalam cerita.

Stephen Chow Tak Tampil di Depan Kamera

Jika dalam Shaolin Soccer Stephen Chow tampil sebagai pemeran utama bersama mendiang Ng Man-tat, kali ini ia memilih berada sepenuhnya di balik layar.

Sejumlah nama seperti Zhang Xiaofei, Dilraba Dilmurat, dan Lay Zhang dipercaya menjadi pemeran dalam Kung Fu Soccer. Film tersebut juga tidak menghadirkan karakter antagonis yang digambarkan sepenuhnya sebagai sosok jahat.

Perubahan tersebut menunjukkan perkembangan Stephen Chow sebagai sineas. Setelah 25 tahun berlalu, Chow tidak lagi sekadar mengangkat kisah tentang perjuangan mengejar kemenangan, tetapi juga menghadirkan cerita mengenai proses menerima kegagalan dan menjalani kehidupan.

Dong Yuhui pun menilai pesan emosional dalam karya Stephen Chow tetap terasa meski pendekatan ceritanya berubah.

“Teknologi dan susunan pemainnya memang berbeda, tetapi sebagai penonton, saya melihat pesan emosional yang tidak pernah berubah,” ujar Dong Yuhui.

Dong melihat perjalanan tim Emei dalam menghadapi kegagalan hingga bangkit kembali sebagai gambaran yang dekat dengan kehidupan banyak orang.

“Melihat perjuangan tim Emei dari kegagalan hingga bangkit kembali terasa seperti menyaksikan cerminan dari perjalanan hidup kita sendiri,” pungkas Dong Yuhui.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Surpres Pergantian Kapolri
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Bukit Rhema, ketika wisata bertemu ruang doa dan pesan perdamaian
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Takaichi tak singgung "Amerika" di peringatan bom Hiroshima, Nagasaki
• 29 menit laluantaranews.com
thumb
Mimpi Anak Petani, Ismi Ulfaida Jadi Paskibraka Pertama dari Sekolah Rakyat
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Indonesia jadi Pilihan Tur Pramusim Klub Eropa, Industri Sepak Bola Kian Diperhitungkan
• 2 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.