VIVA –
Kalah 0-3 dari Chelsea, Ruben Amorim Ungkap Perubahan Besar AC Milan
AC Milan memang harus menelan kekalahan telak 0-3 dari Chelsea dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu 8 Agustus 2026. Namun, pelatih Ruben Amorim menegaskan pertandingan tersebut menjadi bagian penting dari proses perubahan besar yang sedang dilakukan Rossoneri.
Amorim menyebut AC Milan tengah berusaha mengubah cara bermain secara menyeluruh. Proses tersebut menjadi bagian dari persiapan tim untuk menghadapi musim kompetisi 2026/2027.
"Kami sedang mengubah total cara kami bermain," kata Amorim dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Menurut pelatih asal Portugal tersebut, perubahan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Milan masih membutuhkan waktu untuk membangun permainan sesuai dengan karakter yang diinginkannya.
Laga melawan Chelsea sekaligus menjadi ujian bagi Milan untuk melihat sejauh mana perkembangan tim setelah menjalani persiapan pramusim. Kekalahan tiga gol tanpa balas membuat sejumlah kelemahan Rossoneri terlihat jelas.
Salah satu pekerjaan rumah terbesar yang disoroti Amorim adalah lini pertahanan. Ia menilai Milan masih harus lebih disiplin, terutama ketika menghadapi situasi bola mati.
Milan dinilai tidak boleh memberikan lawan ruang atau kesempatan terlalu mudah untuk mencetak gol dari skema set pieces. Aspek tersebut pun menjadi salah satu bahan evaluasi setelah pertandingan melawan Chelsea.
Selain pertahanan, Amorim juga ingin Milan meningkatkan kualitas penguasaan bola. Ia berharap timnya mampu bermain lebih dominan dan mengontrol jalannya pertandingan dengan bola berada lebih lama dalam penguasaan mereka.
"Kami akan menuju ke sana, tetapi itu membutuhkan waktu," ujar Amorim.
Amorim mengatakan Milan telah menjalani latihan intensif selama sekitar dua pekan dalam rangkaian tur pramusim. Karena itu, kekalahan dari Chelsea tidak hanya dilihat dari hasil akhir, tetapi juga sebagai bahan untuk mengukur perkembangan tim.
Pelatih yang sebelumnya menangani Manchester United itu akan menggunakan pertandingan tersebut untuk mengevaluasi berbagai aspek permainan Milan, baik yang sudah berjalan sesuai rencana maupun yang masih membutuhkan pembenahan.
"Kami harus mengambil sisi baik dan buruk dari pertandingan ini dan melakukan evaluasi," katanya.





