Iran mengatakan bahwa kesepakatan dengan Oman mengenai Selat Hormuz semakin dekat.
IDXChannel - Iran mengatakan bahwa kesepakatan dengan Oman mengenai Selat Hormuz semakin dekat.
Dilansir dari Bloomberg pada Minggu (9/8/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa para negosiator hampir mencapai kesepakatan mengenai rute pelayaran baru di selat itu.
Namun, ia memperingatkan bahwa kesepakatan tersebut tidak berarti Selat Hormuz otomatis dibuka.
"Pembukaan selat bergantung pada kondisi lain, termasuk kompensasi atas pelanggaran terhadap Perjanjian Islamabad," kata Araghchi.
Perjanjian Islamabad merupakan perjanjian gencatan senjata antara AS dan Iran yang ditandatangani pada Juni. Kesepakatan itu kolaps karena perbedaan pendapat tentang Selat Hormuz.
Iran menyatakan diri sebagai satu-satunya pengendali selat itu. Di sisi lain, AS berupaya membuka rute alternatif di jalur maritim tersebut, yang memicu kembali pertempuran antara kedua negara.
Selat Hormuz berada di antara Iran dan Oman. Sebelum perairan itu ditutup akibat pecahnya perang antara AS-Israel dan Iran pada Februari, jalur maritim tersebut dilewati 20 persen ekspor minyak dan gas dunia.
Iran menyatakan pihaknya hanya melakukan pembicaraan dengan Oman, meski Presiden Donald Trump bersikukuh AS juga ikut serta dalam negosiasi tersebut.
Trump selama ini bersikeras bahwa Selat Hormuz harus kembali normal tanpa pungutan biaya atau hambatan lainnya. Dia mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran jika jalur tersebut gagal dibuka.
Harga minyak berfluktuasi antara kenaikan dan penurunan minggu ini, karena para pedagang memantau prospek kesepakatan. Brent ditutup di atas USD83 per barel, mencatat kerugian mingguan ketiga berturut-turut.
Kesepakatan apa pun terkait Selat Hormuz perlu disetujui oleh Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Belum ada indikasi apakah dia telah memberikan persetujuannya terhadap proposal yang ada saat ini. (Wahyu Dwi Anggoro)





