Iran Sebut Selat Hormuz Tak Otomatis Dibuka Jika Kesepakatan Tercapai

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Iran mengatakan bahwa kesepakatan dengan Oman mengenai Selat Hormuz semakin dekat.

Iran Sebut Selat Hormuz Tak Otomatis Dibuka Jika Kesepakatan Tercapai.

IDXChannel - Iran mengatakan bahwa kesepakatan dengan Oman mengenai Selat Hormuz semakin dekat.

Dilansir dari Bloomberg pada Minggu (9/8/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa para negosiator hampir mencapai kesepakatan mengenai rute pelayaran baru di selat itu.

Baca Juga:
Asosiasi Pelayaran Internasional Kompak Tolak Pungutan Biaya di Selat Hormuz

Namun, ia memperingatkan bahwa kesepakatan tersebut tidak berarti Selat Hormuz otomatis dibuka.

"Pembukaan selat bergantung pada kondisi lain, termasuk kompensasi atas pelanggaran terhadap Perjanjian Islamabad," kata Araghchi.

Baca Juga:
Wall Street Dibuka Variatif, Investor Nantikan Kabar Soal Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Perjanjian Islamabad merupakan perjanjian gencatan senjata antara AS dan Iran yang ditandatangani pada Juni. Kesepakatan itu kolaps karena perbedaan pendapat tentang Selat Hormuz.

Iran menyatakan diri sebagai satu-satunya pengendali selat itu. Di sisi lain, AS berupaya membuka rute alternatif di jalur maritim tersebut, yang memicu kembali pertempuran antara kedua negara.

Baca Juga:
Harga Minyak Melonjak Hampir 4 Persen, Pasar Cermati RUU Iran soal Selat Hormuz

Selat Hormuz berada di antara Iran dan Oman. Sebelum perairan itu ditutup akibat pecahnya perang antara AS-Israel dan Iran pada Februari, jalur maritim tersebut dilewati 20 persen ekspor minyak dan gas dunia.

Iran menyatakan pihaknya hanya melakukan pembicaraan dengan Oman, meski Presiden Donald Trump bersikukuh AS juga ikut serta dalam negosiasi tersebut.

Trump selama ini bersikeras bahwa Selat Hormuz harus kembali normal tanpa pungutan biaya atau hambatan lainnya.  Dia mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran jika jalur tersebut gagal dibuka.

Harga minyak berfluktuasi antara kenaikan dan penurunan minggu ini, karena para pedagang memantau prospek kesepakatan. Brent ditutup di atas USD83 per barel, mencatat kerugian mingguan ketiga berturut-turut.

Kesepakatan apa pun terkait Selat Hormuz perlu disetujui oleh Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Belum ada indikasi apakah dia telah memberikan persetujuannya terhadap proposal yang ada saat ini. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
9 amalan sunnah hari Jumat, dari mandi hingga baca Al-Kahfi
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Mantan Pelatih Irak Diam-diam Pantau Duel Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Ada Apa?
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Breaking News! Gempa Aceh Magnitudo 5,7 Guncang Kota Sabang
• 5 menit lalurctiplus.com
thumb
BGN Siapkan CCTV Terintegrasi untuk Pantau Semua Dapur MBG dari Kantor Pusat
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Berkaitan dengan Kesedihan dan Putus Asa, Inilah Arti Mimpi Kuburan yang Kerap Jadi Mimpi Buruk, Simak Penjelasannya!
• 4 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.