Produksi Listrik dari Batu Bara Dirproyeksi Naik 1,4 Persen pada 2026

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan produksi listrik dari batu bara meningkat pada 2026.

Produksi Listrik dari Batu Bara Dirproyeksi Naik 1,4 Persen pada 2026.

IDXChannel - Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan produksi listrik dari batu bara meningkat pada 2026, didorong melonjaknya harga gas alam akibat perang di Timur Tengah.

Konflik di Timur Tengah, yang dipicu agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, menyebabkan pemblokiran Selat Hormuz sejak Maret 2026, yang biasanya dilalui oleh 20 persen ekspor gas alam cair (LNG) global, sehingga mendorong beberapa negara kembali ke batu bara.

Baca Juga:
Kementerian ESDM Tambah PNBP Rp20,98 Miliar dari Lelang Batu bara Sitaan 76.742 Ton

"Produksi listrik dari batu bara secara global diperkirakan meningkat sebesar 1,4 persen pada 2026, setelah relatif stagnan pada  2025," tulis IEA dalam laporan barunya, dilansir dari AFP pada Minggu (9/8/2026).

Peningkatan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara juga didorong oleh lonjakan harga energi pada 2026.

Baca Juga:
PNBP ESDM Bertambah Rp20,9 Miliar dari Lelang Batu Bara Hasil Penindakan Hukum

"Naik 30 persen dibandingkan dengan paruh pertama 2025, harga berada pada level tertinggi sejak krisis energi di 2022 dan 2023, yang dipicu oleh perang di Ukraina," kata IEA.

Secara keseluruhan, permintaan listrik diperkirakan tetap berada pada tren kenaikan yang solid, terutama didorong oleh industri, kendaraan listrik, dan pusat data.

Baca Juga:
Bahlil Prioritaskan Perusahaan Pembayar Royalti Tinggi dalam Relaksasi RKAB Batu Bara

IEA memperkirakan pertumbuhan permintaan sebesar 3,6 persen pada 2026 dan 3,8 persen pada 2027, dibandingkan dengan peningkatan tiga persen di 2025.

Terakhir, fenomena El Nino yang meningkatkan suhu di sebagian belahan duni terbukti lebih kuat dari yang diperkirakan tahun ini.

"Fenomena cuaca ini dapat memengaruhi permintaan listrik dengan meningkatkan kebutuhan pendinginan dan membatasi pembangkit listrik tenaga air dan angin," kata IEA. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI Ungkap Harga Properti di Indonesia Naik di Triwulan II 2026, Pekanbaru Jadi Wilayah Paling Mencolok
• 13 menit lalutvonenews.com
thumb
Iran Serang Kapal Tanker UEA di Selat Hormuz, Arab Saudi Meradang
• 18 jam laludetik.com
thumb
BGN Imbau Siswa Tak Bawa Pulang Makanan MBG, Ada Risiko Keracunan
• 5 jam lalukompas.com
thumb
KDM minta LPM bantu dorong percepatan pembangunan desa
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
PM Jepang Sanae Takaichi Tak Sebut Amerika Serikat dalam Peringatan Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki
• 4 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.