Karhutla Gunung Bromo Bikin Wisatawan Kecewa, Banyak Rombongan Putar Balik

beritajatim.com
19 jam lalu
Cover Berita

Probolinggo (beritajatim.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mulai berdampak langsung terhadap aktivitas wisata. Penutupan kawasan wisata Gunung Bromo membuat sejumlah wisatawan membatalkan perjalanan hingga terpaksa putar balik.

Kondisi tersebut terlihat pada Minggu (9/8/2026). Sejumlah wisatawan yang telah tiba di kawasan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata Gunung Bromo akibat penutupan yang diberlakukan untuk mendukung proses pemadaman kebakaran.

Ade (31), salah satu sopir jeep wisata asal Kecamatan Sukapura, mengatakan setidaknya terdapat empat rombongan wisatawan yang membatalkan perjalanan pada hari itu. “Hari ini empat rombongan, empat mobil, sekitar 18 orang cancel,” kata Ade.

Menurutnya, tidak semua wisatawan yang telah melakukan pemesanan memilih membatalkan perjalanan. Sebagian wisatawan yang sudah terlanjur tiba kemudian diarahkan menuju destinasi alternatif, seperti Seruni Point.

“Kalau ada wisatawan yang terlanjur pesan, kami arahkan ke Seruni Point. Kalau sudah bayar full trip, sebagian uangnya kami kembalikan,” ujarnya.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi di lapangan. Sebab, akses menuju sejumlah kawasan wisata Bromo ditutup sementara akibat kebakaran yang masih berlangsung.

Dampak penutupan juga dirasakan langsung oleh wisatawan yang telah merencanakan perjalanan jauh-jauh hari.

Ayu Firda (28), wisatawan asal Semarang, mengaku sempat kecewa setelah mengetahui kawasan Gunung Bromo ditutup karena kebakaran. Terlebih, ia telah membayar paket perjalanan secara penuh. “Ya terpaksa, mau bagaimana lagi. Kami diarahkan ke Seruni Point dan Jembatan Kaca,” kata Ayu.

Meski kecewa, Ayu memilih tetap melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi sejumlah destinasi alternatif yang masih dapat diakses.

Hal serupa dialami Supriyanto, wisatawan lokal asal Kota Probolinggo. Ia mengaku sudah terlanjur berangkat menuju kawasan Bromo, namun akhirnya tidak diperbolehkan masuk akibat penutupan kawasan.

Alhasil, ia bersama rombongan hanya menghabiskan waktu di sekitar lokasi yang masih diperbolehkan untuk dikunjungi.

“Alhasil ya hanya bisa berfoto-foto di Apsasa Kafe ini saja. Tapi ya mau bagaimana lagi, kami juga memaklumi. Namanya juga musibah,” ujarnya.

Penutupan kawasan wisata Gunung Bromo tersebut menjadi konsekuensi dari upaya penanganan karhutla yang terus meluas di kawasan TNBTS.

Di satu sisi, kebijakan penutupan diperlukan untuk menjaga keselamatan wisatawan sekaligus memberikan ruang bagi petugas dalam melakukan pemadaman.

Namun di sisi lain, dampaknya mulai dirasakan pelaku usaha wisata, khususnya sopir jeep dan sektor pariwisata yang menggantungkan aktivitasnya dari kunjungan wisatawan. [rap/suf]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mobil Pikap Terbakar Usai Tabrak Truk di Pati
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Call Center Dishub Diluncurkan, Layani Penderekan hingga Pengawalan Iring-iringan Jenazah
• 18 jam laludisway.id
thumb
3 Penyebab Utama Makeup Crack yang Sering Tidak Disadari
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bandara Husein Layani Pesawat Jet Mulai 14 Agustus, Perdana Bandung-Denpasar
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Indonesia dan Iran Perkuat Kemitraan Teknologi Baru hingga Ketahanan Pangan
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.