JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso menyatakan bahwa rapor penilaian "oke" yang diberikan Presiden Prabowo terhadap dua tahun pemerintahannya bukan merupakan klaim sepihak.
"Ini bukti nyata bahwa arah kebijakan pemerintah berada di jalur yang benar (on the right track)," kata Sugiat, dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).
Sugiat mengatakan, penilaian tersebut sejalan dengan persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah sebagaimana terpotret dalam hasil Survei Indonesia Political Opinion (IPO) terbaru.
Baca juga: Prabowo Kutip Pesan Cak Noer: Pemimpin Kerja agar Orang Miskin Bisa Ketawa
Survei dari IPO mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo mencapai 63 persen.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR tersebut menuturkan, salah satu indikator yang menunjukkan kinerja pemerintah adalah kemampuan menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah gejolak perekonomian global.
Ketika sejumlah negara menghadapi tekanan ekonomi dan menaikkan harga energi, menurutnya pemerintah Indonesia memilih mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi inflasi.
"Kami melihat di tengah gejolak perekonomian global yang membuat banyak negara menaikkan harga energi, pemerintah berhasil menjaga stabilitas ekonomi domestik. BBM bersubsidi tidak dinaikkan demi menjaga daya beli rakyat dan mencegah inflasi," ujarnya.
Baca juga: Ini Para Menteri Prabowo dengan Kinerja Terbaik Versi Survei IPO
Sugiat kemudian menjabarkan sejumlah catatan positif pemerintahan Prabowo.
Di sektor ekonomi dan pengelolaan BUMN, Sugiat menilai keberadaan Badan Pengelola Investasi Danantara telah menunjukkan peningkatan kinerja finansial secara signifikan hingga 300-400 persen.
Capaian tersebut menunjukkan komitmen Prabowo dalam memperbaiki tata kelola dan menutup potensi kebocoran anggaran.
Kemudian di sektor infrastruktur, ia menyebut pemerintah telah membangun hampir 2.500 jembatan desa di berbagai daerah di Indonesia.
"Pemerintah tidak hanya fokus pada proyek megastruktur, tetapi juga pada infrastruktur mikro yang berdampak langsung pada kehidupan harian warga. Pembangunan mendekati 2.500 jembatan desa di seluruh Indonesia adalah respons cepat pemerintah terhadap konektivitas wilayah, distribusi hasil tani, dan mobilitas anak-anak sekolah di daerah pelosok," kata dia.
Baca juga: Kata Istana hingga Kemendikti soal Makalah MBG Catut Nama Prabowo untuk Dapat Nobel
Namun demikian Sugiat mengingatkan pemerintah untuk tetap terbuka terhadap kritik, masukan, dan pengawasan publik.
Menurutnya, hal tersebut penting agar berbagai program yang ditujukan bagi masyarakat dapat terlaksana secara tepat sasaran.
"Pemerintah tetap terbuka terhadap masukan, kritik, serta pengawasan publik demi memastikan seluruh program prorakyat berjalan tepat sasaran hingga akhir periode," ujarnya.





