10 Saham Paling Banyak Diborong Asing Sepekan, BBRI Teratas

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah saham big cap menjadi sasaran pembelian investor asing sepanjang perdagangan pekan ini.

10 Saham Paling Banyak Diborong Asing Sepekan, BBRI Teratas. (Foto: Magnific0

IDXChannel - Sejumlah saham big cap menjadi sasaran pembelian investor asing sepanjang perdagangan pekan ini.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham dengan net buy asing terbesar, diikuti PT Timah Tbk (TINS) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Baca Juga:
OpenAI Tunda Peluncuran Model AI Astra untuk Jamin Keamanan

Berdasarkan data perdagangan sepekan, asing mencatatkan net buy Rp559,00 miliar pada saham BBRI. Saham bank BUMN tersebut mencatat kenaikan 2,96 persen sepanjang pekan dan ditutup di level Rp3.130 per unit.

Posisi kedua ditempati tambang BUMN PT Timah Tbk (TINS), yang mencatat net buy asing sebesar Rp385,51 miliar. Saham TINS naik 1,58 persen dalam sepekan dan berakhir di level Rp3.860 per unit.

Baca Juga:
Pengamat Sebut Harga Emas Dunia Berpotensi Tembus USD5.000 pada Kuartal III-2026

Selanjutnya, Saham Grup Sinar Mas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) membukukan net buy asing sebesar Rp302,03 miliar. Saham DSSA menjadi salah satu yang mencatat kenaikan paling tinggi, yakni 14,71 persen dalam sepekan, ke level Rp975 per unit.

Saham tambang pelat merah PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) juga masuk dalam jajaran saham yang paling banyak dibeli asing. Net buy asing pada ANTM mencapai Rp215,65 miliar, dengan kinerja saham melonjak 9,72 persen sepanjang pekan ke level Rp3.160 per unit.

Baca Juga:
Harga Emas Melonjak 7 persen Sepekan, Cetak Kinerja Terbaik dalam 7 Bulan

Berikutnya ada emiten Grup Barito PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan net buy asing Rp177,36 miliar. Saham BRPT menguat 4,61 persen dalam sepekan dan ditutup di level Rp1.930 per unit.

Saham bank Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan net buy asing sebesar Rp140,13 miliar. Namun, pergerakan saham BBCA relatif terbatas dengan kenaikan 0,79 persen ke level Rp6.375 per unit.

Saham produsen rokok kenamaan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat net buy asing Rp130,39 miliar. Saham GGRM justru mencatat penguatan signifikan sebesar 14,34 persen sepanjang pekan, hingga ditutup di level Rp21.725 per unit.

Kemudian, saham Himbara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat net buy asing sebesar Rp120,32 miliar. Saham BBNI menguat 2,83 persen dalam sepekan ke level Rp3.630 per unit.

Saham consumer besutan Grup Salim PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) juga menjadi sasaran pembelian investor asing dengan net buy sebesar Rp119,57 miliar. Saham ICBP naik 11,11 persen sepanjang pekan dan ditutup di level Rp7.750 per unit.

Sementara itu, saham peritel telepon seluler PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) melengkapi daftar 10 besar dengan net buy asing sebesar Rp88,84 miliar. Saham ERAA mencatat kenaikan 10,48 persen dalam sepekan ke level Rp464 per unit.

IHSG Tembus 6.400

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,78 persen sepanjang pekan ini dan kembali menembus level 6.400.

Penguatan indeks ditopang sejumlah saham berkapitalisasi besar, baik konglomerasi maupun bank besar.

Pada perdagangan Jumat (7/8/2026), IHSG ditutup menguat 1,04 persen ke level 6.409,65.

Pada Jumat, asing membukukan beli bersih atau net buy sebesar Rp917,23 miliar.

Secara keseluruhan dalam sepekan, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp494,87 miliar.

Di pasar valuta asing, rupiah ditutup menguat 0,15 persen ke level Rp17.897 per USD pada perdagangan Jumat.

Namun, posisi cadangan devisa Indonesia tercatat turun menjadi USD145,3 miliar pada Juli 2026, dari USD145,6 miliar pada Juni 2026.

Penurunan cadangan devisa tersebut terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta intervensi Bank Indonesia untuk meredam pelemahan rupiah lebih lanjut.

Sementara itu, harga properti residensial di Indonesia tumbuh 0,69 persen secara tahunan pada kuartal II-2026, sedikit meningkat dibandingkan pertumbuhan 0,62 persen pada kuartal I-2026.

Pertumbuhan yang masih moderat tersebut didukung oleh peningkatan harga properti di sejumlah kota.

Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas menilai tren IHSG mulai menunjukkan sinyal positif. Secara mingguan, indikator MACD membentuk golden cross, sementara histogram MACD telah berada di area positif.

Meski demikian, Stochastic RSI berada di area overbought, sehingga ruang penguatan IHSG berpotensi menghadapi tekanan. IHSG juga saat ini mendekati MA20 mingguan di sekitar level 6.488.

Phintraco Sekuritas memperkirakan apabila IHSG mampu menembus level MA20 tersebut, indeks berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level 6.500 pada pekan depan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Sebut Kesepakatan Jalur Laut Selat Hormuz dengan Oman Segera Tercapai
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
MPR Mulai Bahas Materi PPHN Pasca HUT Ke-81 RI
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Gelar Reses, Ketua Komisi II DPRD Jeneponto Imam Taufiq, Serap Aspirasi Warga Kecamatan Turatea
• 17 jam laluterkini.id
thumb
HGB Ruko STC Tak Bisa Diperpanjang, DPRD Nilai Pemko Pekanbaru Sudah Tepat
• 22 jam laludetik.com
thumb
Viral Para Balita di China Tidur Peluk Labu Musim Dingin sebagai Pengganti AC, Ahli Ingatkan Dampaknya
• 15 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.