Pantau - Wabah flu burung galur H5N1 di Australia menembus 203 kasus terkonfirmasi atau diduga positif hingga Sabtu (8/8/2026), setelah jumlah kasus melonjak tajam sejak akhir Juli.
Departemen Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia (DAFF) mencatat jumlah kasus meningkat sekitar 290 persen dari 52 kasus yang tercatat pada akhir Juli 2026.
Australia Selatan menjadi wilayah dengan kasus terbanyak setelah mencatat 147 kasus, termasuk 28 kasus baru yang dikonfirmasi pada Sabtu.
DAFF menyatakan seluruh 28 kasus baru di Australia Selatan tersebut ditemukan pada burung laut liar.
Victoria Catat 43 Kasus H5N1Victoria menempati posisi kedua sebagai negara bagian dengan jumlah kasus H5N1 terbanyak di Australia dengan total 43 kasus.
Sebanyak 36 burung dikonfirmasi terinfeksi pada Kamis (6/8/2026) dan Jumat (7/8/2026) setelah ditemukan di wilayah barat Victoria yang berdekatan dengan perbatasan Australia Selatan.
Lonjakan kasus tersebut mendorong pemerintah setempat memperketat langkah pencegahan untuk membatasi risiko penyebaran virus ke peternakan unggas.
Pemerintah Victoria pada Jumat mewajibkan peternak di sepanjang pesisir selatan negara bagian tersebut, termasuk Melbourne, untuk mengandangkan unggas jika memelihara sedikitnya 50 ekor.
Peternak Wajib Kandang Unggas Selama 14 HariKebijakan pengandangan unggas diberlakukan selama 14 hari sebagai tahap awal pencegahan penyebaran H5N1.
Menteri Pertanian Victoria Michaela Settle mengatakan pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat mencegah penyebaran galur H5N1 lebih luas.
Langkah tersebut diberlakukan ketika kasus H5N1 di Australia meningkat pesat dalam waktu singkat dan sebagian besar kasus di Australia Selatan ditemukan pada burung liar.




