JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan data dan pelayanan perpajakan di Jakata tetap aman dan normal usai kebakaran yang melanda gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta pada Jumat (7/8/2026).
Hal itu karena perpajakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah didigitalisasi sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada kondisi fisik gedung maupun dokumen yang berada di dalamnya.
"Hal yang berkaitan dengan data perpajakan, sama sekali tidak menghadapi masalah karena sudah didigitalisasi," kata Pramono dalam keterangan di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Baca Juga: Pramono Anung Buka Suara soal Kebakaran Gedung Bapenda DKI: 1.000 ASN Terdampak
Dia pun memastikan kepentingan penarikan pajak dan pelayanan yang berkaitan dengan Bapenda tidak terganggu dan tetap dapat dilakukan.
"Dengan demikian, untuk hal yang berkaitan dengan kepentingan atau keperluan penarikan pajak dan sebagainya oleh Bapenda tidak terganggu," ujarnya dilansir dari Antara.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, terjadi pada Jumat malam
Berdasarkan keterangan Pramono, kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, dan api berhasil dipadamkan pada Sabtu (8/8) pukul 02.30 WIB.
"Itu kebakaran terjadi pada lantai 11,12, 13, 14,15. Sebagian besar OPD yang di sana adalah Bapenda, Dinas Perhubungan, BPSDM, dan sebagainya," ujarnya,
Dia menjelaskan sekitar 1.000 aparatur sipil negara (ASN) terdampak kebakaran gedung Bapenda DKI tersebut. "Kurang lebih Aparatur Sipil Negara (ASN) ada 1.000 orang," ucapnya.
Pemprov DKI pun memutuskan untuk sementara memindahkan ASN yang berkantor di gedung tersebut ke unit kerja masing-masing.
Dia juga menyampaikan sampai seluruh proses pemindahan selesai, para ASN diizinkan untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH), maupun bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).
"Untuk sementara ini ASN yang ada di tempat itu kita pindahkan di Sudin masing-masing. Dan kami sudah merencanakan di Cikini salah satu gedung yang akan digunakan sebagian besar yang ASN yang akan kita pindahkan," kata Pramono.
"Sampai dengan ini bisa berjalan, maka kita melakukan yang disebut dengan work from home atau work from everywhere supaya tidak terganggu pekerjaan yang ada," ucapnya.
Baca Juga: Pendinginan Pasca Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta, Pastikan Tak Ada Lagi Titik Api
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV/Antara.
- pramono anung
- kebakaran gedung bapenda
- gedung bapenda terbakar
- layanan pajak
- kebakaran
- gedung bapenda dki





