Jelang HUT RI Ke-81, Sopir Pick Up dan Ojek Gunung Rinjani Kebanjiran Rezeki, Namun Terkendala Hal Ini

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Jelang HUT RI Ke-81, sopir pick up dan ojek di Gunung Rinjani justru kebanjiran rezeki. Kok bisa ya?

Ya, hal itu lantaran jumlah pendaki yang melonjak drastis menjelang HUT RI Ke-81. Sopir pick up dan ojek pun melayani para pendaki.

Dikutip dari TribunLombok pada Sabtu (8/8/2026), jumlah pendaki sudah mulai terlihat meningkat sejal awal Agustus. Hal ini membuat permintaan jasa angkut juga ikut melonjak.

Sutardi, salah seorang sopir pick up pun membenarkan hal itu. Dirinya mengaku bisa memperoleh Rp700 ribu dalam sehari.

Hal itu terbanding berbalik dengan hari-hari biasa. Pasalnya, ia mengaku bisa mendapatkan orderan hanya 3 kali dalam seminggu.

"Kalau Agustus ramai, bisa dua kali antar jemput pendaki dalam sehari. Dapat lah kita Rp700 ribu," ujarnya.

"Sedangkan pada bulan biasa hanya sekali, malah dalam seminggu hanya tiga kali," lanjutnya.

Sedangkan, Hakimin, seorang pengemudi ojek pun juga mengalami hal yang sama. Dirinya mengaku ramai orderan selama bulan Agustus.

Bahkan, ia mengaku bisa 6 kali mengantar pendaki ke basecamp pendakian. Hal ini tentu meningkat dibanding hari biasanya.

Dirinya pun mengaku bersyukur dengan hal itu. Pasalnya, sekali mengantar pendaki, ia mengantongi upah sebesar Rp200 ribu.

"Alhamdulillah, di musim ramai ini saya bisa mengantar pendaki dari basecamp Senaru atau Sembalun ke pos pendakian hingga enam kali atau lima kali dalam sehari dengan ongkos Rp200 ribu pergi pulang," jelas Hakimin.

 

"Bahkan kadang dapat order tambahan untuk mengangkut tas atau logistik rombongan," lanjutnya.

Kendati mendapat banyak order menjelang HUT RI Ke-81, pendapatan mereka tentu harus dipotong dengan biaya operasional yang meningkat. Mengingat, harga bahan bakar minyak (BBM) juga tengah naik belum lama ini.

Kondisi jalur pendakian yang terjal juga membuat kendaraan mengalami kerusakan. Tentunya, mereka harus mengeluarkan biaya untuk memperbaiki kendaraan itu.

Sedangkan, dikutip dari Tribunnews pada Sabtu (8/8/2026), Sutradi, salah seorang pengemudi ojek juga mengungkap bahwa harga BBM Nonsubsidi mencapai Rp19.000- Rp20.000 per botolnya.

Tak hanya itu, Pertalite pun mencapai harga Rp14.000 di Pertashop. Namun, menurutnya Pertalite sangat sulit untuk didapatkan.

"Kalau di Pertamini atau Pertashop itu Rp14.000. Cuma kita di sini kesulitannya cuma minyak saja. Beberapa SPBU antre panjang, itu kelangkaan," ujarnya.

Menurutnya, untuk satu kali perjalanan mengangkut pendaki, ia menghabiskan 10 botol BBM per hari. Di mana jika Pertamax dibandrol dengan harga Rp20.000 maka dirinya menghabiskan uang sebanyak Rp200.000 untuk membeli BBM.

Sedangkan, pendapatannya mencapai Rp350.000 untuk satu kali antar. Dirinya mengaku hanya mendapatkan keuntungan yang sedikit.

"Belum untuk makan dan rokok. Jadi pendapatan bersih sangat kecil," sambungnya.

Sedangkan, Kertadi mengaku bahwa dirinya terpaksa membeli Pertamax. Pasalnya, Pertalite kerap kosong dan sulit untuk didapatkan.

"Kemarin saya ke Tanjung, Pertalite kosong. Tinggal Pertamax aja. Kalau sudah dipanggil bos, mau tidak mau harus isi yang mahal, biar cepat dan tidak mengecewakan," jelasnya.

 

Dirinya mengaku kesulitan mencari BBM lantaran lokasinya yang jauh dari SPBU resmi. Dirinya juga mengaku senang jika ada pom dekat dengan Senaru.

"Kalau ada POM di sini, lebih senang lagi," ujarnya.

"Sekarang kesulitan cuma minyak saja," lanjutnya. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Biar Enggak Tua di Jalan, UAJ Ajak Karyawan Baru Ngampus Naik TJ
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Menu Harga Mobil Listrik di Bawah Rp 300 Juta di GIIAS 2026
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
JIS Tak Lagi Khawatir Kekurangan Parkir Saat Acara
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Menjadi ASN di Umur 25: Pengabdian Tak Selalu Indah Seperti di Caption
• 37 menit lalukumparan.com
thumb
Siapa Adriano Jeconia Padama? Maba Undip yang Viral usai Curhat Langsung ke Mentan soal Harga Beras Mahal di Alor
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.