Eskalasi Houthi Semakin Meluas, Begini Analisis Mantan Dubes Yaman

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Eskalasi yang dilakukan milisi Houthi di Yaman dinilai tidak lagi terbatas pada satu front militer atau wilayah tertentu.

Serangkaian serangan terhadap pangkalan pasukan pemerintah Yaman, kamp pengungsi di Ma'rib, hingga wilayah Arab Saudi menunjukkan adanya strategi yang lebih luas untuk mengubah peta kekuatan di Yaman sekaligus kawasan Timur Tengah.

Duta Besar Republik Yaman untuk Lebanon dan Siprus, Abdullah Abdul Karim Al-Da'is, menilai perkembangan tersebut tidak dapat dilihat sebagai sekadar peningkatan tensi di medan perang.

Menurutnya, pola serangan Houthi memiliki keterkaitan dengan kalkulasi regional Iran, terutama di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap keamanan Teluk dan Selat Hormuz.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Serangan terbaru dilaporkan menyasar sejumlah posisi Angkatan Bersenjata Yaman di Ma'rib dan Hadramaut ketika pasukan pemerintah menjalankan tugas mengamankan wilayah yang berada di bawah kendali pemerintah serta jalur-jalur internasional.

Kementerian Pertahanan Yaman menyebut serangan tersebut sebagai agresi teroris berskala luas yang menyebabkan sejumlah personel militer tewas dan terluka.

Abdullah menilai waktu dan karakter serangan tersebut memberikan indikasi bahwa tujuan Houthi tidak berhenti pada kepentingan militer jangka pendek.

“Meskipun Houthi berusaha menggambarkan eskalasi ini sebagai respons terhadap operasi militer terhadap mereka, waktu dan sifat serangan tersebut menunjukkan bahwa tujuannya melampaui kalkulasi medan perang secara langsung,” kata dia dikutip dalam artikel opini yang dipublikasikan Aljazeera, Ahad (9/8/2026)

Selain menyerang posisi pasukan pemerintah, media-media Yaman juga melaporkan serangan rudal Houthi terhadap Kamp Al-Mil untuk pengungsi di utara Ma'rib.

Serangan terhadap kawasan pengungsian tersebut kembali menimbulkan sorotan terhadap dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional, terutama karena warga sipil dan kelompok yang telah kehilangan tempat tinggal akibat perang menjadi pihak yang terdampak.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saat Jari Lebih Cepat dari Empati
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Bontang Kuala, kehangatan hidup kampung nelayan terapung
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
BNPB Mendorong Peninjauan Perda Pembakaran Lahan di Kalbar karena Ancaman Kemarau Panjang
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Karhutla Makin Meluas, BB TNBTS Tutup Seluruh Akses Wisata Gunung Bromo
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Karhutla TNBTS Makin Mengkhawatirkan, Api Mengarah ke Lembah Watangan
• 19 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.