Mobil Listrik Ini Bisa Tambah Jarak Tempuh Sendiri

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

South Carolina, VIVA – Mobil listrik umumnya masih bergantung pada pengisian daya dari sumber listrik eksternal. Namun, sebuah proyek riset terbaru menunjukkan bahwa kendaraan listrik di masa depan berpotensi menambah energi sendiri hanya dengan memanfaatkan sinar matahari.

Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Minggu, 9 Agustus 2026, Clemson University bersama BMW mengembangkan mobil konsep bernama Deep Orange 17 Luminetta. Kendaraan ini dibekali lebih dari 1.700 sel fotovoltaik atau panel surya yang dipasang hampir di seluruh permukaan bodinya.

Baca Juga :
Toyota Tegaskan Mobil Listrik Bukan Satu-satunya Jawaban untuk Indonesia
Bukan Cuma Baterai, Komponen Ini Juga Menentukan Karakter Motor Listrik

Berbeda dengan panel surya yang biasanya hanya ditempatkan di bagian atap mobil, Luminetta memanfaatkan area bodi yang jauh lebih luas. Dengan cara tersebut, mobil dapat menangkap sinar matahari baik saat diparkir maupun ketika sedang digunakan di jalan.

Tim peneliti menyebut sistem tersebut mampu menghasilkan energi lebih banyak dibandingkan konsumsi listrik kendaraan dalam skenario penggunaan harian tertentu. Berdasarkan simulasi yang dilakukan, energi dari panel surya dapat menambah jarak tempuh rata-rata hingga sekitar 50 kilometer per hari, tergantung kondisi cuaca dan intensitas sinar matahari.

Meski terdengar menjanjikan, hasil tersebut diperoleh dari kendaraan yang memang dirancang khusus untuk mengutamakan efisiensi. Luminetta memiliki bobot hanya sekitar 550 kilogram, jauh lebih ringan dibandingkan mobil listrik produksi massal yang umumnya memiliki berat lebih dari 1,5 ton.

Bobot ringan tersebut dicapai melalui penggunaan kombinasi material baja, aluminium, serat karbon, serta sambungan logam hasil cetak tiga dimensi (3D printing). Selain itu, kendaraan juga dibekali sistem pengereman regeneratif, pengaturan distribusi torsi, dan pengendalian motor listrik yang dirancang untuk menghemat konsumsi energi.

Penelitian ini difokuskan pada kebutuhan perjalanan harian sekitar 20 kilometer. Dalam kondisi tersebut, panel surya berpotensi menghasilkan energi yang cukup untuk menggantikan bahkan melebihi listrik yang digunakan kendaraan selama perjalanan.

Tim peneliti juga melakukan simulasi berdasarkan kondisi cuaca di beberapa kota, yakni Greenville di Amerika Serikat, Frankfurt di Jerman, Madrid di Spanyol, serta Mumbai di India. Hasilnya menunjukkan sistem panel surya tetap mampu memberikan tambahan energi, meski besarannya berbeda di setiap wilayah.

Baca Juga :
Leapmotor Baru Mulai Rakit Mobil, Kapasitas Pabriknya Bisa 34.000 Unit
Cara Menghemat Baterai iPhone 2026, Pengaturan Ini Diam-diam Sering Menguras Daya
Pengembangan Mobil Baru Honda di China Kini Dipimpin Tim Lokal

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Xabi Alonso Bongkar Filosofi Taktik Chelsea usai Libas AC Milan di Stadion GBK
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Ciri-Ciri Psikopat Bisa Dilihat dari Makanan Kesukaan
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pekerja Informal Masih Jadi Penyangga Pasar Kerja RI
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Astra Motor Sulsel dan FIFGroup Salurkan Bantuan untuk Petani Terdampak Kekeringan di Sidrap
• 3 jam laluterkini.id
thumb
Konten Provokatif Bikin Gaduh, Pakar Hukum Dorong Polri Tindak Tegas Pelaku
• 20 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.